Kepala Divisi PT. WK : Runtuhnya Plafon Kantor Gubernur NTT Masih Hal Yang Wajar


foto palafon kantor gubernur ntt yang runtuh

foto palafon kantor gubernur ntt yang runtuh

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Kepala Divisi PT. Waskita Karya (WK) Fatur menilai Pekerjaan Plafon di Kantor Gubernur Nusa Tengga Timur (NTT) yang runtuh tersebut kontruksinya tidak standar sehingga dilakukan penembahan pekerjaan Holow oleh pihaknya sebagai perusahaan pelaksana dengan secara cuma – cuma.

Menurutnya, pekerjaan Holow yang dilakukan itu tidak ada dalam gambar desain. “Jadi angaran untuk pekerjaan Holow itu dari kita sendiri bukan dari pihak pemerintah, “kata Fatur kepada zonalinenews.com melalui telepon seluler, Senin 29 Januari 2018.

Dikatakan, runtuhnya plafon Kantor Gubernur NTT itu sangat wajar karena plafon tersebut hanya asesoris bukan kontruksi. “Plafon itu hanya asesoris bukan kontruksi seperti GIG itu. Apabila GIG itu yang runtuh baru kontruksi tetapi ini hanya plafon saja yang mana plafon itu adalah asesoris. “ungkap Fatur

Ia menjelaskan, sebagai pihak pelaksana pekerjaan pembagunan Kantor Gubernur NTT, pihaknya besedia untuk bertanggung jawab atas runtuhnya plafon tersebut. “Kita siap perbaiki kembali plafon yang runtuh itu,” papar Fatur.

Sementara itu Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTT selaku Kuasa Penguna Anggaran (KPA) pada proyek Multiyears pembagunan Kantor Gubernur NTT di tahun anggaran 2015-2016 Zakarias Moruk saat dikonfirmasi zonalinenews.com diruang kerjanya mengungkapkan, proyek pekerjaan Kantor Gubernur yang bersumber dari dana APBD I Provinsi NTT senilai 170 miliyar tersebut yang dikerjakan oleh PT. Waskita Karya sudah sesuai kontrak. Namun, runtuhnya plafon tersebut murniĀ  bencana. “Musibah ini murni bencana karena pada hari Minggu 28 Januari 2018 sekitar pukul 11.30 wita terjadi angin kencang sehingga sebagian plafon di Kantor Gubernur jadi runtuh, “katanya.

Ketika ditanya terkait dengan adanya pekerjaan Holow secara cuma – cuma oleh pihak PT. Waskita Karya seperti apa yang dikatakan Kepala Divisi PT. Waskita Karya. Ia mengaku pernyataan tersebut tidak benar. “Memang masa perawatan oleh pihak kontraktor sudah selesai jadi masalah ini sudah menjadi tangung jawab kita tetapi, kita sudah koordinasi dengan tim teknis untuk dilakukan perbaikan. Sendangkan masalah informasi ada penambahan pekerjaan oleh PT. Waskita Karya itu tidak benar karena semua pekerjaan ini sudah melalui audit oleh BPK sudah sesuai kontrak yang ada. Saya juga sudah tanya sama PPK dan dia bilang pekerjaan itu tidak ada perubahan atau penambahan karena apabila ada perubahan – perubahan pada pekerjaan tersebut maka ada persetujuan dari tim teknis yakni Dinas Pekerjaan Umum, Bapeda dan Biro umum. Jadi semua pekerjaan dilakukan dari dalam sampai luar itu sudah sesuai dengan kontrak,” tegas Zakarias. (*Hayer)