Pemerintah Harus Lakukan 11 Upaya Ini Untuk Kurangi Defisit Beras Di Ende

Alexander Leda, MT

Alexander Leda, MT

Zonalinenews-Ende,-Dibalik klaim pembangunan yang dilakukan pemerintah saat ini, ternyata masih banyak masalah yang harus di identifikasi dan diselesaikan. Salah satu masalah yang harus mendapatkan perhatian serius pemerintah Kabupaten Ende adalah optimalisasi irigasi.

Salah satu putra Ende yang saat ini dipercayakan sebagai Kasubdit Air Tanah dan Air Baku Wilayah Barat Pusat Air Tanah dan Air Baku Dirjen Sumber Daya Air Kementrian PUPR Alexander Leda, MT ikut memberikan komentar atas permasalahan itu.

Alex memberikan komentarnya melalui tulisan yang berjudul ” Kondisi Ketersediaan Pangan (Beras) Kabupaten Ende dan Beberapa Permasalahannya. Menurut Alex tulisan itu sebagai bagian dari sumbang saran pemikirannya untuk masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Ende, pada masa yang akan datang.

Alex mengatakan, kabupaten Ende memiliki tiga kawasan daerah irigasi yaitu, kawasan Mautenda, Wolowaru, dan Wolowona dengan total luas potensial 10.564 hektar are (ha). Dari total luas potensial tersebut,±kurang lebih yang sudah memiliki jaringan irigasi dan fungsional seluas 5.000 ha.

Dari luas fungsional yang ada, jelas Alex, menghasilkan kurang lebih 22.000 ton beras per tahun atau setara dengan 65 persen kebutuhan. Namun jumlah penduduk di Kabupaten Ende (tahun 2016) sebanyak 282.154 jiwa, dengan kebutuhkan kira-kira 34.000 ton beras per tahun.

” Sehingga untuk memenuhi kebutuhan kita masih mengalami kekurangan atau defisit sebanyak 12.000 ton beras per tahun atau setara 35 persen kebutuhan,” jelas Alex dalam tulisannya yang dikirim kemedia ini pada, 24 Januari 2018.

Belum optimalnya irigasi dalam menunjang ketersediaan beras, kata Aex, karena adanya berbagai kendala baik permasalahan teknis maupun non teknis seperti pertama kondisi ketersediaan air irigasi di sungai menurun drastis pada musim kemarau (fluktuasi sampai dengan 40 persen).

Kedua dan ketiga tambah Alex, kondisi jaringan Irigasi belum lengkap dan belum permanen serta kondisi topografi jaringan irigasi adalah saluran lereng yang labil, sehingga membutuhkan rehabilitasi rutin.

Keempat dan kelima, jelas Alex, kondisi bendung atau bangunan penangkap air yang rusak, disebabkan oleh debit banjir puncak berlebihan akibat degradasi DAS atau fungsi lahan hutan sebagai area peresapan berkurang akibat penebangan liar, serta operasi dan pemeliharaan kurang memadai sehingga mengakibatkan menurunnya kemampuan pelayanan jaringan irigasi.

Keenam dan ketujuh, jelas Alex, belum optimal pemanfaatan air di tingkat tersier, dimana ketaatan terhadap pola tanam dan manajemen air irigasi belum berfungsi sebagaimana mestinya serta lahan pertanian berkelanjutan menjadi lebih sulit dipertahankan karena adanya alih fungsi lahan yangg tidak mudah dikendalikan.

Terakhir, kata Alex, status kepemilikan lahan dimana, status tanah adalah tanah ulayat atau tanah adat yang kepemilikan dikuasai oleh raja (mosalaki) dan masyarakat hanya diberi hak garap sehingga sebagian penggarap kurang rasa memiliki atas lahan yang mereka garap.

Dari identifikasi permasalahan diatas, upaya yang harus dilakukan pemerintah kedepannya untuk mengurangi defisif beras jelas Alex yaitu, mengembangkan daerah irigasi, memperbaiki prasarana irigasi, serta membuat embung kecil dan embung irigasi.

Selain itu tambah Alex, pemerintah harus membuat bangunan pengendali banjir, memperbaiki dan membuat drainase, memperbaiki dan membuat prasarana transportasi, serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemberdayaan P3A.

Upaya berikut lanjut Alex, pengembangan sistim pertanian moderen dan berkelanjutan, pengendalian terhadap alih fungsi lahan irigasi, pelestarian lingkungan yang berkelanjutan, diversifikasi pangan dengan memajukan pemberdayaan pangan lokal.

Menurut Alex, jika pemerintah dapat mengidentifikasi dan mengoptimalkan irigasi di tiga kawasan tersebut dengan baik, maka bukan tidak mungkin pemerintah Kabupaten Ende akan mengalami surplus beras.

” Banyak pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan sinergi untuk menyelesaikan ini,” ungkap Alex yang mengakiri tulisan dengan kalimat semoga tulisan teknis sederhana ini bermanfaat bagi yang membutuhkan.(*tommy)


TAG