foto As Intel Kejati NTT Ambran Lakoni

Diduga Ada Penyimpangan, Kejaksaan Pulbaket Pekerjaan Kantor Gubernur NTT

foto As Intel Kejati NTT Ambran Lakoni

foto As Intel Kejati NTT Ambran Lakoni

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Tim Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT). beberapa waktu lalu melakukan pengumpulan data atau keterangan (Pulbaket) setelah kejadian Amburuknya Plafon  Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT).   Pasalnya, bagunan yang baru saja selesai dikerjakan oleh PT Waskita Karya dengan anggaran ratusan milyar itu bisa rusak karena tiupan angin.

“Ambruknya Plafon ini bukan kesalahan alam tetapi diduga ada kesalahan pada spesifikasi pekerjaan ini sehingga harus dilakukan Pulbaket penyebab ambruknya plafon ini,” kata As Intel Kejati NTT Ambran Lakoni kepada wartawan diruang kerjanya, Rabu 7 Februari 2018 sekitar pukul 10.30 wita.

Menurutnya, penyebab ambruknya Plafon tersebut tidak bisa alam yang disalahkan. “Jadi salahkan alam karena alam tidak pernah salah, maka dari itu saat ini kita sudah lakukan Pulbakate penyebab amburuknya plafon Geduang kantor gubernur ini sehingga semuanya bisa lebih jelas, bahkan dalam  waktu dekat ini hasil dari Pulbaket kita ini sudah ada,” ungkap Ambran.

Ia mengatakan, pihak Kejaksaan akan memangil tim ahli melakukan pengecekan pada pekerjaan tersebut sehingga bisa diketahui apakah pekerjaan gedung ini ada menyelahi atuiran atau tidak.”Apa bila hasil pemerikasaan sudah ada dan hasilnya menyalahi aturan maka kita akan tindak lanjuti kiasus sesuai dengan prosedur yang ada,” jelas Ambran.

Lanjutnya, seluruh dokumen kontrak pekerjaan gedung Kantor Gubernur ini sudah ada ditangan Kejaksaan sehingga tinggal dilakukan penkajian pekerjaan dan gambar oleh pihaknya. “Setelah anggota kita sudah melakukan telaan baru kita tinggal tindak lanjuti saja kasus ini,” ujar Ambran.

Ia menambahkan, untuk bisa mengetahui penyebab runtuhnya plafon ini  pihaknya tidak bisa mengandai  – andai tetapi harus dilakukan pemerikasaan yang teliti agar bisa mendapat hasil yang sempurna. “Saat ini pihak kontraktor baru kita lakukan wawancara. Namun ketika dari hasil Pulbaket ini kita dapatkan ada penyimpangan terhadap pekerjaan yang tidak sesuai maka tindak lanjutinya pihak kontraktor akan dipanggil untuk diperiksa oleh Kejaksaan,” kata Ambran. (*hayer)