Kampung Tenun Alor Rindukan Dukungan Pemda Alor

Esther Abolla

Esther Abolla

Zonalinenews-Kupang,- Hadir sejak 2014 lalu, Kampung Tenun Alor yang beralamat di Jl. Cak Doko, No. 24 C, Oebobo – Kota Kupang, menyajikan aneka tenun khas Kabupaten Alor dengan mutu terbaik dan harga yang pas di kantong.

Soal mutu, Esther Abolla selaku pengelola memberikan jaminan kualitas terbaik dari tenunan yang dihasilkan pihaknya.

Wanita yang mahir menenun hampir semua jenis tenunaan NTT ini saban hari selalu mengontrol produksi tenunan yang dikerjakan oleh para penenunnya.

Tenunan yang dihasilkan pun, menurut Esther, selalu disesuaikan dengan selera pasar sehingga upaya kreatif terus dikembangkan pihaknya dalam memodifikasi tenunan tanpa menghilangkan ciri khas daerah asal tenunan.

Ragam tenunan khas daerah- daerah di Kab. Alor dikerjakan oleh lima penenun terampil dan berpengalaman. Produk yang dihasilkan sebagian besar berupa kain tenun motif Alor (berbagai motif) dan juga kain tenun dari etnis lain di NTT dalam jumlah kecil. Sedangkan  dalam  hal pewarnaan, pihaknya memproduksi kain tenun Alor dengan menggunakan pewarna alam maupun pewarna sintetis.

Kelebihan lain yang dimiliki Kampung Tenun Alor oleh Esther disebutkan bahwa pihaknya memproduksi tiga jenis tenun berupa tenun Sotis, Ikat juga Buna. Hal yang sulit didapatkan di tempat lain yang umumnya hanya memproduksi satu jenis tenun.

Ditanya terkait kendala yang dihadapi, Esther yang ditemui di Galeri Tenun Kampung Alor pada Senin 5 Februari 2018 menjelaskan bahwa kendala yang dihadapi adalah terkait pemasaran produk.

“Kami kendala yang paling besar itu pemasaran. Karena itu dimana-mana saya selalu minta tolong promosi kami. Pemasaran itu penting karena kalau kami produksi terus tapi tidak terjual juga ini mama mama dong mau makan apa,” jelas Esther.

Ia pada kesempatan itu juga menyampaikan besarnya kerinduan pihaknya akan uluran bantuan Pemerintah Daerah Kabupaten  Alor untuk turut mempromosikan Kampung Tenun Alor kepada berbagai pihak.

“Tolong dukung kami. Walaupun kami di kota kupang kami ingin punya kontribusi kecil bagi daerah alor,” ucapnya.

Wanita kelahiran 2 Agustus 1968 ini memiliki impian di kemudian hari mampu menjadikan Kampung Tenun Alor sebagai miniatur Kabupaten Alor. Tentunya impian ini membutuhkan dukungan penuh dari Pemda Alor dalam upaya perkenalkan Nusa Kenari ke kancah domestik hingga ke level internasional.

“Saya ingin promosikan alor dari tempat kecil ini,” tutup Esther. (*adi)