Robby Manoh

Madu Amfoang, Robby Manoh Dilirik Perusahaan Distributor Kenamaan

Robby Manoh

Robby Manoh

Zonalinenews-Kupang,- Potensi madu hutan Nusa Tenggara Timur terbilang masih teramat besar. Robby Manoh (63) selaku pendiri dan pemilik CV Amfoang Jaya mengungkapkan bahwa untuk Kabupaten  Kupang saja dapat terkumpul 80 ton dalam setahun   (bisa bertambah atau berkurang tergantung cuaca). Namun amat disayangkan, potensi yang sedemikian besar ini belum mendapat atensi serius dari Pemerintah Daerah.

Pria energik yang mulai menggeluti usaha madu hutan Timor sejak 2003 silam ini mengaku pihaknya sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah berupa modal usaha dan peralatan teknologi canggih untuk mendongkrak produksi Madu Amfoang yang selama ini masih belum mampu memenuhi tingginya kebutuhan pasar.

Tidak berputus asa dengan kondisi yang ada, Robby terus berupaya mencari solusi mengembangkan usahanya. Gayung pun bersambut, upaya Robby kini perlahan menuai harapan. Perusahaan distributor kenamaan, PT. Jayatama Prima Distribusi., kini diketahui sedang mempersiapkan kerjasama dengan CV. Amfoang Jaya. milik Robby. Kerjasama ini sendiri rencananya akan dimulai pada awal April mendatang.

Pihak PT. Jayatama Prima Distribusi melalui Johanes Susilo yang dikonfirmasi zonalinenews membenarkan adanya rencana kerjasama tersebut.

“Tujuan utamanya adalah menambah efisiensi dari proses produksi dengan otomatisasi. Marketing hasil produksi dari CV Amfoang Jaya akan didistribusikan oleh kami,” jelas Johanes Susilo.

Adapun visi dari kerjasama dengan CV. Amfoang Jaya ini menurut Johanes adalah untuk menambah kesejahteraan masyarakat Amfoang pada khususnya dan NTT pada umumnya. Rencana kerjasama dengan PT. Jayatama Prima Distribusi. menurut Robby sendiri akan konsern pada sektor distribusi dimana pihaknya akan memberlakukan sistem satu pintu dalam mendistribusikan produk madu hutan timur oleh PT. Jayatama Prima Dstribusi.

Sebagaimana diketahui, Madu Amfoang milik Robby yang beralamat di Jl. Oebolifo 2. No.1 Kel. Sikumana-Kupang. kini menjadi produk andalan yang selalu diburu para pelancong dari luar daerah. Ini tidak lain karena kualitas Madu Amfoang yang sudah teruji. Dilengkapi dengan peralatan canggih yang dikerjakan oleh 11 orang pekerja terampil miliknya, madu hutan dari petani lokal lantas  ditampung dalam tangki-tangki besar yang kemudian diproses secara modern untuk membuang kadar air berlebihan, zat asam, debu dan kotoran lainnya hingga diperoleh madu dengan rasa dan kualitas tinggi.

Robby menambahkan, awal menggeluti usaha ini pun tidak asal-asalan. Pada tahun 2003 ia memutuskan untuk meninggalkan profesinya sebagai kontraktor dan menimba ilmu selama 9 bulan di Balai Besar Industri Nasional, Bogor – Jawa Barat., untuk lebih memahami bidang usaha yang akan ia geluti. Berbagai teori dan bentuk praktek di lapangan selama masa study ia pelajari agar usaha yang resmi digelutinya pada 2003 silam tidak disebut asal-asalan.

Alhasil, CV. Amfoang Jaya. kini memiliki 43 kelompok pengumpul madu dengan setiap kelompoknya beranggotakan 25 orang yang bertugas mengumpulkan madu hutan dari beberapa kabupaten di daratan Timor. Robby bersyukur, usaha yang digeluti terus menampakkan progres positif terlebih pasca diterimanya produk Madu Amfoang sebagai satu-satunya di indonesia yang dipasarkan Alibaba.com., sebuah perusahaan raksasa dunia dengan layanan e-commerce, tentu dengan proses yang teramat ketat. Jelas Robby kala ditemui di kediamannya pada Rabu, 7 februari 2018. (*adi)