Mikael Kolin

PENERIMAAN TENAGA KONTRAK DI FLOTIM GUNAKAN MANAJEMEN BISIK-BISIK

Mikael Kolin

Mikael Kolin

Zonalinenews-Larantuka,- Keperihatinan prosedur penerimaan tenaga kontrak dilingkup OPD Pemkab Flotim terus membukit perasaan galau dan gelisah menyesakan dada hingga  menimbulkan rasa tidak puas pada setiap Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang telah sekian tahun mengabdi namun tidak diperhitungkan pemerintah setempat meninggalkan sejumput pertanyaan dan kabar tak sedap dalam perasaan harap-harap cemas terus membayangi otak buruh TKS.

Pengalaman tak sedap ini dirasakan 3 orang tenaga sukarela SO (Gizi), MK (Bidan),dan ML (Perawat) berasal dari salah satu Pustu di Kecamatan Larantuka. Ketiganya mencurahkan isi hati mereka kepada media ini Jumad 02 Februari 2018. Meski sudah mengabdi kepada daerah 2-5 tahun sebagai tenaga sukarela namun tragis nama mereka tidak diakomodir sebagai tenaga kontrak yang belum lama dibuka Dinas Kesehatan Flores Timur.

“Kasihan  kami ini sudah lama mengabdi tapi pemerintah tidak peduli  akan nasib kami. Sampai kapan nasib kami digantung padahal dalam berbagai kesempatan Bapak Bupati selalu memprioritaskan Tenaga Kerja Sukarela yang sudah lama mengabdi agar menjadi tenaga kontrak daerah. Tetapi yang terjadi malah sebaliknya kami di abaikan, tenaga medis yang belum perna mengadi diberikan SK Kontrak.” ujar salah seorang dari mereka.

 Disinggung  media kenapa nama mereka  tidak terakomodir dalam tenaga kontrak 2017 lalu MK mewakili kedua rekannya mengatakan perekrutan tenaga kontrak tidak diumumkan ke publik.

“E kami  tidak tahudan tidak pernah diberitahu  ada perekrutan tenaga medis di Dinas kesehatan karena tidak ada pengumuman. Pak lihat sendiri meski kami TKS tetap bekerja sebagai mana biasa ujar” MK dengan  kecewa

Kondisi kontroversi dan memprihatinkan  akhirnya sampai juga ke telinga Mikael Kolin salah satu dari 30 Anggota DPR Flores Timur. Bagi Mikael, polemik prosedur prekrutan tenaga kontrak  yang sedang terjadi jauh dari harapn masyarakat Flores Timur secara keseluruhan

Dikatakan Mikael kepada media ini Sabtu 03 Februari 2018 di kediamananya Kelurahan Sarotari Tengah Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur perekrutan tenaga kontrak masih mengunakan pola lama dimana ada begitu banyak tiipan oleh  oknum pejabat tertentu sudah semestinya dirubah secara total.

  “Rekrutan tenaga kontrak masih pakai pola lama masih adanya penitipan dari oknum pejabat tertentu harus mulai dirubah,” tandas Mikael

Menurut politisi PKPI perekrutan tenaga kontrak yang sesuai prosedur dimulai dengan analisi beban kerja, perencanaan sehingga sesuai dengan anggaran yang nantinya tercover di DPRD secara terukur

“Prosedur rekrutan OPD yang benar dimana  adanya analisis beban kerja, perencanaan sampai pada anggaran di DPRD. Prosedur yang benar, maka kita bisa tahu berapa jumlah tenaga yang dibutukan baik yang sudah lama mengabdi maupun sudah lama lulus namun belum diakomodir bisa direncanakan pada tahun berikutnya sehingga tercipta rasa keadilan. Bukan penerimaan tenaga kontrak dilakukan secara diam-diam sehingga muncul rasa tidak adil . Yang diterima mereka yang baru tamat. Kenpa yang baru tamat karna mereka merupakan titipan dengan pola manajemen bisik-bisik  Coba tanya setiap OPD yang diterima itu dibackingi oknum tertentu,”tegas Mikael Kolin  (*ritha/bony)