-------------------------

REKRUTMEN TENAGA KONTRAK TANPA PROSEDUR RONG-RONG WIBAWA ANTON-AGUS

-------------------------Zonalinenews-Larantuka,- Proses penerimaan Tenaga Kontrak  yang tidak sesuai prosedur di Flores Timur berbuntut panjang dan menuai gejolak kritik di kalangan masyarakat.

Salah satunya adalah  Bacthiar Lamawuran mantan Anggota DPR dua priode terhadap persoalan Tenaga kontrak  bersuara keras.

Menurut Bacthiar, kepada media ini  Minggu 04 Februari 2018 mengatakan  bahwa penerimaan Tenaga Kontrak di daerah kekuasaan Anton Hadjon-Agus Boli jauh dari asas keadilan dan asas kemanusiaan ditinjau dari segi asas pemerintahan.

 “Ini tidak memenuhi asas keadilan, asas hukum dan asas penyelenggraan pemerintahan yang baik dimana tidak adanya keterbukaan keadilan,”tegas Bacthiar

Bupati selaku Pimpinan Daerah sudah saatnya lakukan perubahan, berembuk dengan BKD  sebagai Leaeding Sector Kepegawaian sudah semestimya melakukan verifikasi sekaligus test penerimaan tenaga kontrak pada setiap OPD  dengan mengemukakan rasa keadilan dan kemanusiaan.

Lanjutnya, persolan rekrutmen tenaga kontrak secara tidak transparan (tertutup) ke publik tidak saja terjadi di Dinkes tapi hampir merata pada setiap OPD. Bagi Bacthiar   apabila seorang Kepala OPD dalam proses perekrutan dilakukan secara diam-diam berdasarkan titipan oknum tertentu sudah sepatutnya ditindak tegas oleh Bupati sebagai Kepala Daerah. Apabila dibiarkan bisa merong-rong wibawa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati

“ Rekrut tenaga tidak sesuai dengan prosedur semestinya, bisa merong-rong wibawa Bupati dan Wakil Bupati.  Kita rakyat tidak mau kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Anton Hadjon-Agus Boli di rong-ron secara wibawa dan pengingkaran tugas oleh kepala OPD.” Kata Bacthiar

Bacthiar melanjutkan sudah saatnya semua tenaga kontrak di Flores Timur  Calling Down alias dirumahkan sementara.  Kemudian penerimaan dibuka secara transparan dan disertai test.

“Semua (Tenaga Kontrak) Calling Down/dirumahkan tetapi diberhentikan kemudian beliau memerintakan penerimaan Tenaga Kontrak diumumkan secara terbuka dan dilakukan test peneriman secara menyeluruh langkah itu harus dipenuhi sesuai perintah  undang-undang,” tutup  Bacthiar.

Pendapat tidak jauh berbeda datang dari  Ignas Tukan selaku ketua Fraksi Nasdem. Bagi Ignas politisi asal  Adonara rekrutmen tenga kontrak jauh dari rasa keadilan dan kemanusiaan.

“ini tidak adil bagi adik-adik kita di Flores Timjr yang nota bene selama ini menjaga lewo (tinggal di Flotim) masa mereka dijadikan penonton. Setiap kali yang direkrut orang baru lalu kapan giliran mereka yang sudah 2-4 tahun mengabdi apakah mereka tetap jadi penonton. Ini konyol,” sembur Ignas

Ignas berharap kepemimpinan Anton-Agus bisa membawa perubahan dan harapan bagi orang muda Flores Timur salah satunya dengan merubah kebiasaan lama penerimaan tenaga kontrak bergaya titip menitip di hilangkan sepenuhnya dari bumi Lamaholot dengan prekrutan secara transparan (*Ritha/Bony)