42 Guru SMPN 1 Larantuka Ajukan Mosi Tidak Percaya Terhadap Kepala Sekolah

Penyerahan Mosi Tidak Percaya Kepada dari Perwakilan 42 orang kepada Wakil Bupati Flotim

Penyerahan Mosi Tidak Percaya Kepada dari Perwakilan 42 orang kepada Wakil Bupati Flotim

Zonalinenews.com-Larantuka, Sebanyak 42 orang guru mengajukan Mosi Tidak Percaya terhadap Kepemimpinan  Kepala Sekolah SMPN Laarantuka Yoseph Marselinis Fernanfez, S.Pd

Puluhan guru yang tergabung dalam Forum Guru dan Pegawai SMP dimaksud, pada Senin, 12 Maret 2018 sekitar pukul 9 mendatangi Wakil Bupati Flotim Agustinus Payong Boli,SH.

Para  guru teesebut merasa kecewa dan tidak percaya secara merasa prihatin terhadap situasi di Lembaga Pendidikkan SMPN 1 Larantuka terutama dampak buruk terjadap peserta didik.

Demikian isi Mosi Tidak Percaya yamg diterima Media ini melalui Humas Setda Flotim.

Dalan pertemuan tersebut Forum  Guru dan Pegawai menyatakan Menolak Kepemimpinan Yosep Marselinus Fernandez, akrab di sapa Guru Unun.

Alasan penolakan kepemimpinan yang bersangkutan sebagai berikut:

Kepsek  dinilai tidak mampu mengelola manajemen Pembelajaran  SMP Negeri 1 Larantuka sejak dilantik sehingga tidak berjalannya proses belajar mengajar dengan baik khususnya bidang Monitoring, Evaluasi Supervisi Akademik.

Pertemuan Kepengurusan Komite tidak pernah berjalan, malah menaikan iuran komite tanpa ada kesepakatan dengan orang tua wali peserta didik ataupun  pengurus komiye lainnya.

Kehadiran dan kepemimpinan Kepsek dianggap memecah belah semangat kekeluargaan dan terkesan mengadudomba antara Guru dan Pegawai.

Kepsek juga dianggap mefokuskan perhatian dan tidak transparan  pada pengelolaan dana BOS, Komite serta pengangkatan bendahara dana BOS dari guru yang belum memiliki SK. Defenitif. Selain itu, pengelolaan Dana BOS dibagi dua dipegang Kepala Sekolah dan Bendahara.

Masih menurut para guru yang dikoordinator Yohanes Magung, juga mengkritisi tentang pergantian bendahara DANA BOS dalam kurun waktu 2 tahun sudah  terjadi pergantian sebanyak tiga kali ditambah, tidak berjalannya kegiatan Dharma Wanita.

Tidak memperhatikan, sarana dan prasarana pendidikkan dan media praktek dalam menunjang PBM serta selalu menolak usul dan saran yang disampaikan dalam forum rapat guru dan pegawai dengan alasan baik saran dan pertanyaan dinilai tidak berbobot.

Hal yang paling fatal, menurut para guru adalah ketika  Kepsek Unun, secara sepihak menolak Akreditasi sekolah yang dilakukan Tim Asesor dengan alasan tidak bertanggungjawab atas situasi dan kondisi sekolah saat ini.

Berdasarkan fakta di atas maka kami para Guru dan Pegawai SMPN 1 Larantuka  meminta secara tegas kepada Bupati Flores Timur agar segera memberheti dan menggantikan saudara Yosep Marselinus Fernandez S.Pd dan mengangkat Kepala Sekolah Pengganti (PLT) terhitung sejak tanggal 12 Maret -25 Maret 2018 mengingat  semakin dekatnya pelaksaan Ujian Nasional (UAN) 2017-2018.

Mengakhiri Mosi Tidak Percaya para pahlawan tanpa tanda jasa, mewanti-wanti apabila tuntutan mereka tidak didengar maka mereka akan melaksankan mogok mengajar dan demo besar-besaran dengan melibatkan peserta didik serta orangtua sekaligus penyegelan ruang Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Larantuka. (*Bony/Rith)


TAG