Massa aksi

ARNM Nilai Gubernur Frans Leburaya, Gagal Bangun NTT

Massa aksi

Massa aksi

Zonalinenews-Kupang Aliansi Rakyat NTT Mengugat (ARNM) nilai Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Leburaya gagal bangun Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi Demonstrasi tersebut berlangsung di Alun-alun Kantor Gubernur NTT, Rabu 28 Maret 2018.

Ino Naitio Salah satu Peserta aksi Dalam orasinya menyampaikan, migrasi bukan persoalan rakyat mau keluar Negeri, tetapi migrasi disebabkan karena ada persoalan ketimpangan sosial di NTT.

 “Dimana Program-program Pemerintahan Frans Leburaya yang sudah di canangkan, kemudian itu menyentu dengan rakyat” Pungkas Ino Kalaulah Program itu menyentu dengan rakyat, tanya Ino Naitio mengapa ada rakyat yang migrasi.? ketika ada migrasi maka disitu sangat berpotensi terjadinya Human Traffiking. Andaikan programnya Gubernur NTT menyentuh dengan rakyat pasti tidak akan ada migrasi, ketika migrasi maka disitu pasti ada Human Traffiking, Kami menilai Gubernur NTT Gagal bangun Provinsi ini,” ucap Ino Mantan Ketua FMN Cabang Kupang  diamini ratusan masa aksi saat itu.

Selama Sepuluh Tahun Pimpin NTT menurut Ino, Gubernur Frans Leburaya Gagal. NTT memang bukan pengirim buruh migran pertama tetapi angka Human Traffiking Pertama.

 “Sepuluh Tahun Gubernur Frans Leburaya Berkuasa, dan sepuluh Tahun itu juga terjadi ledakan Migrasi dan banyak buru migran dipulangkan tidak bernyawa tanpa organ tubuh,” tegas Ino Naitio Anggota JBMI (Jaringan Buruh Migran Indonesia)

Sementara ditempat yang sama, Koor

tor Umum Aksi Rakyat NTT Mengugat: Hentikan Perdagangan Orang, Misaqui Agustin Ho meyampaikan tiga tuntutan rakyat Indonesia di NTT “1. Moratorium Pengiriman TKI Ke Malaisia, 2. Tangkap dan adili mafia perdangan orang, 3. Pejabat Publik yang mendiamkan pelaku perdagangan orang adalah bagian dari Kolonialisme sehingga harus ditangkap dan dipenjarakan” Tegas Agustin dalam Orasinya.

Lanjut Agustin menyampaikan kekesalannya terhadap respon Pemerintah atas aksi itu, bahkan mereka Sudah berulang kali datang menyampaikan aspirasi, tetapi pemerintah seakan tutup mata, telinga dan hati mereka.

“Awal kami datang saja pintu gerbang rumah rakyat (kantor Gubernur) ini ditutup, tapi kami berhasil terobos masuk. ini bentuk dari kejenuhan kita, karena sudah terlalu banyak melakukan Aksi soal Human Traffiking,” kesal Misaqui.

 Aksi akan terus berlajut kata Agustin Ho, Dirinya kesal sebab saat Gubernur tidak ada ditempat, masa aksi diminta bertemu kasat POL PP.

“Pak Gubernur tidak ada ditempat, jadi kami disuruh untuk bertemu Kasat POL PP, Ini kan aneh bin ajaib. Saya pastikan Aksi akan terus berlanjut,” tegas Koordinator Umum Agustin

Lanjut Misaqui Agustin Ho kedepan, mereka akan undang seluruh pejabat public khususnya yang mau calon diri sebagai Gubernur NTT, Kita akan undang mereka semua untuk hadir didepan sini (Kantor Gubernur) dan bicara siapa yang mau serius urus ini Persoalan Human Traffiking, Kita tinggalkan segala kepentingan pribadi dan urus ini persolan bersama,” tutup Agustin Aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Data yang dihimpun Zonalinenews Dalam Empat Tahun Terakhir angka kematian buruh migran asal NTT melonjak tinggi, bahkan dalam data BNP2TKI 90% korban buruh migran asal Indonesia yang meningal diluar Negeri pada Tahun 2017 berasal dari NTT.  Tahun ini sudah 23 warga asal NTT yang dipulangkan dalam kondisi meninggal, dalam bahasa versi BNP2TKI mereka Pekerja Migran Ilegal.

Pantauan Zonalinenews Aksi Rakyat NTT mengugat: Hentikan perdangan Orang berlangsung pukul 09:00-13:00 Wita, dengan Rute Long Marc Polda NTT sampai Gubernur NTT, Dengan 95 Element Organisasi yang tergang didalam Aksi Tersebut.(*Erson)


TAG