Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kupang, Daud Djira

Formasi CPNS 2018, Kota Kupang Ikut Intruksi Kemenpan RB

20180307_165609 (1)

ZONALINENEWS.COM – Kupang, Ditahun 2018, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Revormasi Birokrasi (Kemenpan RB) kembali membuka formasi penerimaan CPNS di seluruh daerah. Namun, penerimaan itu lebih difokuskan pada tenaga guru dan kesehatan. Berdasarkan formasi yang telah ditetapkan oleh Kemenpan RB itu Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang ikut menindak lanjuti formasi tersebut. “Di Kota Kupang sendiri masih sangat terbatas tenaga guru dan kesehatan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kupang, Daud Djira kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu 7 Maret 2018.

Menurutnya, Pemkot Kupang siap mengikuti petunjuk dari Kemenpan RB soal formasi CPNS, karena dua tenaga formasi itu juga masih minim di lingkup Pemkot Kupang.

Dikatakan, sesuai permintaan Wali Kota Kupang, dalam penerimaan formasi CPNS, pemerintah akan fokus pada honorer kategori 2 (K2) yang belum diangkat untuk jadi PNS. Karena banyak honorer K2 yang merupakan guru honor, dan tenaga medis honor, sehingga formasi tersebut‎ sejalan dengan niat pemerintah untuk mengangkat honorer K2 untuk jadi PNS.

“Karena formasinya fokus pda guru dan tenaga kesehatan, maka honorer K2 yang berstatus guru dan ‎tenga medis langsung bisa diusulkan langsung untuk menjadi CPNS,” ungkapnya.

Sementara terkait formasi Honorer K2 bisa diangkat langsung menjadi PNS tanpa melalui proses test terlebih dahulu, Djirah mengaku belum bisa memastikan tentang hal itu, karena bukan kewenangannya. Ia mengaku bahwa proses penerimaan CPNS sepenuhnya kewenangan dari Kemenpan RB, dan pemerintah hanya sebatas mengusulkan. “Kami hanya bertugas untuk mengusulkan, dan kebijakam selanjutnya menunggu keputusan dari kementerian,” katanya.

Sementara itu, Sekda Kota Kupang, Bernadus Benu mengatakan, sampai sejauh ini, belum adanya informasi tentang kuota CPNS di lingkup pemerintah Kota Kupang.

Ia menambahkan, saat ini Pemkot Kupang masih menunggu juknis dan juklat dari Kementerian. “Kita sifatnya hanya menunggu saja intruksi dari pusat,” ujarnya. (*hayer)