foto Waka Polres Kupang Kompol Edward Jacky Umbu Kaledi

Ancam Dan Maki Wartawan, Wali Kota Kupang Diperiksa Polisi

foto Waka Polres Kupang Kompol Edward Jacky Umbu Kaledi

foto Waka Polres Kupang Kompol Edward Jacky Umbu Kaledi

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Terkait Laporan Polisi (LP) beberapa waktu lalu dalam kasus dugaan pencemaran dan ancaman oleh Wali Kota Kupang Jefry Riwu Kore terhadap salah satu wartawan Media Cetak Harian Victory News (VN) Leksi Salukh pihak Polres Kupang Kota telah menindak lanjuti kasus tersebut.

Waka Polres Kupang Kompol Edward Jacky Umbu Kaledi kepada wartawan di Polres Kupang Kota, Rabu 4 April 2018 mengungkapkan, Lp yang masuk ke kita itu, kita langsung melaksanakan tindak lanjut. Otomatis berkaitan dengan yang dilaporkan, Polres Kupang Kota menindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap kasus yang dilaporkan.

Menurutnya, semantara ini kasus Wali Kota Kupang berkaitan dengan kasus tindak pidana ringan (Tipiring) maka diperiksa oleh Penyidik Tipiring Polres Kupang Kota. “Sementara ini proses sedang berlangsung dan Wali Kota Kupang sementara masih diperiksa sebagai saksi,” ungkap Jacky.

Dijelaskan, kasus Walikota Kupang  ini berkaitan dengan kalimat yang disampaikan lewat handpone  (HP), maka pihak Polres Kupang Kota kedepannya akan perdalam kasus ini ahli bahasa dan ahli ITE.

Sementara itu Kuasa Hukum Wali Kota Kupang Jefry Riwu Kore, Novan Manafe. SH saat dikonfirmasi zonalinenews.com via HP membenarkan, kliennya telah memenuhi panggilan oleh Penyidik oleh Tipiring Polres Kupang Kota untuk klarifikasi . “Jadi tadi Pak Wali Kota itu hadir sekitar pukul 9.30 wita. Kemudian kliennya dilakukan pemeriksaan sekitar 20 menit,” katanya.

Ketika disingung terkait dengan adanya ancaman dan makian yang dilakukan oleh kliennya terhadap pelapor bahwa dirinya tidak mengetahui hal tersebut. “Menyangkut rekaman kita juga tidak tau karena kita diundang oleh pihak Penyidik Polres Kupang Kota untuk memberikan klarifikasi terkait dengan adanya Lp yang berkaitan ada percakapan telepone melalui whatsapp  (WA), tetapi bukti rekamannya juga tidak ada. Yang ada hanya percakapan sms melaui WA yang memang sudah di print out oleh pelapor yang di tunjukan oleh penyidik itu diakui Pak Wali. Namun, ada beberapa pernyataan yang di potong karena hasil print outI dari pelapor harus utuh sehingga ketika dicocokkan dengan percakapan yang ada di HP Pak Wali ada beberapa yang dipotong,” ungkap Novan.

Ia juga mempertayakan rekaman percakapan malaui WA antara kliennya dengan pelapor karena ada tercantum didalam undangan untuk klarifikasi oleh penyidik Polres Kupang Kota terhadap kliennya. “Kita tanya apa percakapan bukti WA dimana merdukung. Tetapi kata penyidik ada rekaman tapi rekaman itu tidak diserahkan oleh pelapor. Kita hanya ingin cek originil naritas dari pada barang bukti rekaman itu. Kita sangat penasaran dengan rekaman itu,” papar Novan. (*hayer)