Didatangi Pedagang, DPRD Ngada Dukung Review Aktifasi Pasar Inpres Bajawa

ngada 1Zonalinenews, Ngada – Sedikitnya sebanyak Dua Puluh Orang Perwakilan Asosiasi Pedagang Pasar Inpres Bajawa Kabupaten Ngada yang diketuai Ibu Oce kembali mendatangi Lembaga DPRD Ngada, Tanggal 24 April 2018 di Bajawa.

Pantauan para media di DPRD Ngada, kehadiran mereka menemui Komisi II DPRD Ngada dan diterima Ketua Komisi II Yulius Kilamoi bersama Anggota Komisi II DPRD Ngada.

Berdasarkan data wawancara keterangan Ketua Komisi II DPRD Ngada, Yulius Kilamoi, kehadiran perwakilan pedagang kali ini dalam agenda meminta dialog langsung dengan Lembaga DPRD Ngada terkait pengaktifan kembali Pasar Inpres Bajawa.

Menjawab pertanyaan sejumlah Wartawan di Bajawa, tanggal 24 April 2018, Ketua Komisi II DPRD Ngada Yulius Kilamoi didampingi Anggota Komisi II Hermens Fua dan kawan-kawan di ruang Komisi II DPRD Ngada mengungkapkan, tanpa mengabaikan Pasar Bobou Bajawa, rencana aktifasi Pasar Inpres Bajawa sudah menjadi salah satu materi yang tengah didalami Lembaga DPRD Kabupaten Ngada saat ini.

Dihimpun media ini Tanggal 24 April 2018 di Ruang Komisi II DPRD Ngada, menjawab pertanyaan wawancara salah satu Jurnalis Metro TV, Ketua Komisi II DPRD Ngada Yulius Kilamoi juga menegaskan Penutupan Pasar Inpres Bajawa bisa diduga Ilegal sebab belum memenuhi unsur ketentuan dan mekanisme regulasi. Oleh sebabitu, lanjut dia, dengan tetap menjaga keseimbangan Pasar Bobou Bajawa sebagai asset pengembangan daerah, rencana mengaktifkan Pasar Inpres Bajawa adalah hal yang juga konstruktif dan tidak merugikan roda perekonomian daerah Kabupaten Ngada.

Karena itu, tambah dia, aspirasi perwakilan pedagang yang sudah disampaikan langsung dan diterima oleh Komisi II DPRD Ngada tanggal 24 April 2018, diteruskan menjadi salah satu focus kerja dalam mekanisme kedewanan. Penegasan Ketua Komisi II DPRD Ngada ini didukung Anggota Komisi terkait, Hermens Fua dan kawan-kawan.

“Kita melihat sendiri perkembangan dari waktu ke waktu dan kondisi real di lapangan. Kehadiran perwakilan pedagang ini sebenarnya menyampaikan tuntutan segera diaktifkan Pasar Inpres Bajawa. Selaku Wakil Rakyat kami sudah mencatat poin-poin penyampaian mereka. Saya kira DPRD terpanggil untuk menilai kembali kebijakan-kebijakan yang ada. Tentang Pasar Inpres kita akan perjuangkan kembali dan kedepan managemen pengelolaan Pasar Inpres Bajawa akan dibuat lebih baik, dengan tanpa mengurangi Pasar Bobou sebagai asset pengembangan daerah”, tegas Ketua Komisi II DPRD Ngada, Yulius Kilamoi, perutusan PAN Ngada.

Sementaraitu, Anggota Komisi II DPRD Ngada perutusan Golkar dan PDIP Kabupaten Ngada melalui keterangan Pers tanggal 24 April 2018 di ruang Komisi II DPRD Ngada, juga menegaskan hal yang sama untuk review kebijakan Pasar Inpres diaktifkan kembali bagi pedagang di Bajawa Kabupaten Ngada.

“Saya pikir sejak awal sikap Golkar sangat jelas. Bahwa dua pasar yang ada, Inpres dan Bobou adalah asset daerah ini. Keduanya sangat bermanfaat. Penggunaan Pasar Inpres Bajawa untuk para pedagang memang sesuai dengan peruntukannya. Seperti penegasan Pa Ketua Komisi II, kita mendukung roda perekomonian di berbagai sektor, diantaranya peran dan posisi Pasar Inpres Bajawa maupun Pasar Bobou sebagai Pasar Pengembangan”, tambah Anggota DPRD Ngada perutusan Golkar, Hermen Fua. Mirip senada, juga ditambahkan Perwakilan PDIP di Komisi II DPRD Ngada. (*wrn)