Dilaporkan Ke Polisi Oleh Wartawan, Wali Kota Kupang Jeriko : Saya Siap Lawan

foto Wali Kota Kupang Jefry Riwu Kore

foto Wali Kota Kupang Jefry Riwu Kore

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Wali Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) Jefry Riwu Kore (Jeriko)  menilai laporan ke Polisi oleh Redaksi Media Cetak harian Victory News (VN) pada, Sabtu 24 Maret 2018 lalu terkait penghinaan dan pengancaman terhadap salah satu VN Leksi Salukh via whats app  (WA) hanya  salah paham karena tidak ada kata makian dan pengancaman.

“Biasalah salah paham, kita juga tidak tau telepon siapa,” kata Wali Kota Kupang  Jefry Riwu Kore kepada wartawan saat dikonfirmasi di Hotel Ima Kupang usai menghadiri kegiatan Forum Perangkat Daerah Musrembang RKPD Kota Kupang 2018, Selasa 3 April 2018.

Ketika wawancarai sedang berlangsung dengan awak media Wali Kupang meminta agar pernyataannya tersebut di off the record atau jangan ditulis di media. Namun ironisnya ia tetap melanjutkan cerita kronologis kejadian sesuai pertanyaan wartawan hingga masuk pada pertanyaan berikut oleh wartawan masih dengan topik permasalahan yang sama.

Menurutnya, kejadian itu tidak mungkin tiba – tiba kita marah. Itu karena tiba–tiba ada telepon. “Tapi beta (saya) rasa tidak ada masalahkan, tidak semua wartawan kita marah–marah sembarang kalau tidak ada alasan,” ungkap Wali Kota.

Wali Kota Kupang mengatakan, ketika dirinya sedang mendampingi anggota DPRI Farry Francis dan Dirjen di lokasi Tenau Kota Kupang serta bisingnya masyarakat tiba – tiba dilontarkan pertanyaan oleh wartawan tersebut. Namun dirinya hanya mengatakan sudah nanti dulu besok kantor tetapi besok judul beritanya lain. “Bukan kita tidak mau . Kita juga tau cara kerja wartawan. Tapi kalau wartawan itu ada hebat juga kalau mau arahkannya  kemana diarahkan bisa juga,  biar orang lain punya pikiran sendiri kan begitu,” jelasnya.

Ketika disingung tentang komunikasi jalan damai antara dirinya dengan pihak Redaksi VN, ia mengaku selalu siap karena ia bukan malaikat. “Kalau mau damai, damai aja ayo kita ketemu untuk damai. Saya tidak ada urusan. Tapi kalau mau di polisi ya saya lawan. Paling – paling juga kita masuk penjara sedikit. Saya tidak terlalu pusing bos,” papar Wali Kota. (*hayer)