Festival Kuliner Daerah BSL Raih Rekor Dunia Dari LEPRID

fotobersama Walikota Kupang Jefry Riwu Kore dan Wakil Wali Kota Kupang saat terima penghargaan dari LEPRID

fotobersama Walikota Kupang Jefry Riwu Kore dan Wakil Wali Kota Kupang saat terima penghargaan dari LEPRID

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Festival kuliner lokal Bose Se’i Lu’at (BSL) yang digelar Pemerintah Kota Pemkot Kupang dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kupang ke-22 pada tanggal 25 April nanti saat  car free day di Jalan El – Tari Kupang, Sabtu 21 April 2018 sekitar pukul 07.00 wita, meraih rekor dunia dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID).

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore dalam sambutanya pada acara tersebut mengatakan, Festival kuliner daerah BSL ini merupakan kegiatan yang pertama kali digelar dan terbesar di dunia yang digelar oleh Pemkot Kupang, dengan melibatkan 18.560 kupon yang dikeluarkan. Menjurutnya, Festival ini digelar guna mempertahankan pangan lokal yang sudah mulai hilang di masyarakat. Ini juga merupakan salah satu bentuk kampanye dan promosi tentang pangan lokal di daerah ini. “Iven ini menjadi ikon bagi Kota Kupang, yang akan terus kami galakan,” katanya.

Dia berjanji akan terus menggelar Festival serupa setiap tahunnya dengan melibatkan berbagai kelompok usaha, seperti Bose, Ikan dan Kopi (Bisik). “Bisik ini akan kami laksanakan pada Agustus 2018,” katanya.

Direktur Hubungan Antar Lembaga Dalam Negeri Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia Hassan Abud mengatakan BKraf sangat mendukung bentuk festival kuliner yang dapat menjadi daya tarik pariwisata dan berharap kota Kupang dapat menjadi jaringan kota kreatif nasional. “Antusisme warga luar biasa, semoga Kota Kupang juga dapat menjadi jaringan kota kreatif nasional,” ungap Hasan.

Sebagai daerah destinasi wisata, NTT khususnya Kota Kupang dapat memajukan potensi melalui festival lokal yang mampu mendongkrak ekonomi sekaligus pariwisata.

Festival tersebut meraih rekor dunia dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid). “Penghargaan rekor ini merupakan apresiasi atas jumlah peserta terbanyak dengan makanan khas “kata Ketua Leprid Indonesia, Paulus Pangka.

Penilaian rekor tersebut berdasar jumlah peserta sebanyak 18.562 orang yang tercatat dari habis kupon yang di bagikan. “Syaratnya harus memenuhi standar kesehatan, saya juga ikut mencicipi,” kata Paulus (*hayer)