KASI SINKRONISASI DATA DUKCAPIL NGADA RESMI DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA

waka polres ngada

waka polres ngada

Zonalinenews, Ngada – AG, Pejabat Kepala Seksi Sinkronisasi Data Dinas Dukcapil Kabupaten Ngada resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polres Ngada pasca terjaring OTT dugaan praktek pungutan liar.

Dalam Keterangan Pers resmi di Ruang Kerja Waka Polres Ngada Tanggal 19 April 2018, didampingi Kasat Reskrim, Ipda. Andre Simamora, kepada para Wartawan Waka Polres Ngada, Kompol Surya Wiryawan, SH menegaskan Penetapan Status Tersangka terhadap oknum Kepala Seksi Sinkronisasi Data Dinas Dukcapil Ngada berdasarkan pemenuhuan Dua Alat Bukti Sah. Karenaitu, lanjut Waka Polres Ngada, Status sudah ditingkatkan menjadi Tersangka.

“Dengan ini secara resmi kami tegaskan Oknum AG yang diketahui sebagai Kepala Seksi Sinkronisasi Data Dinas Dukcapil Kabupaten Ngada dan terjaring OTT Saber Pungli, ditetapkan resmi sebagai Tersangka atas dugaan perbuatan melakukan praktek pungutan liar terhadap gaji para honorer. Modus operandi pelaku dalam peristiwa ini adalah perbuatan melakukan Pemotongan dan Pembagian Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana yang seharusnya diperuntukan kepada Tenaga Kontrak Penyuluh Lapangan, namun dipotong dan dikumpulkan untuk hal yang lain”, tegas Waka Polres Ngada, Kompol Surya Wiryawan, SH.

Ditambahkan, Penetapan Status Tersangka sudah sesuai prosedur memenuhi hukum sebab sudah berdasarkan hasil pemeriksaan, pengembangan alat bukti, dokumen penyitaan, keterangan para saksi dan beberapa indokator lainnya yang cukup kuat dikantongi pihak Penyidik. Selanjutnya, Pelaku diancam dan dikenai pasal Perbuatan Korupsi “Permintaan Paksa atau Pemerasan Jabatan ”Pasal 12 Huruf E, UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana, ancaman hukuman Seumur Hidup, paling singkat 4 Tahun dan paling lama 20 Tahun. Pihak Polres Ngada melalui Waka Polres Ngada memastikan perkara ini akan terus diproses hingga tuntas. (*wrn)