pawai paskah

Pawai Paskah, GMKI Kupang Perangi Human Trafficking di NTT

pawai paskah

pawai paskah

Zonalinenews-Kupang Paskah merupakan Hari Raya umat Kristiani yang merayakan kebangkitan Yesus. Pawai Paskah yang dilakukan merupakan suatu simbol untuk mengatakan, kepada dunia bahwa Yesus telah mati dan bangkit tebus dosa umat manusia.

Kegiatan ini digelar oleh Pemuda Sinode GMIT, Senin 2 April 2018. Pada Acara pembukaan, Ketua Sinode Gmit, Dr. Mery Kolimon melepaskan peserta pawai Paskah secara resmi di Gereja Gmit Anugrah, Eltari kupang. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang, dalam momentum pawai paskah kali ini (2018), Isu Human Trafficking masih menjadi isu utama yang terus dikumandangkam, dibawah thema Yesus telah dijual, mati dan bangkit agar kita jangan diperjual belikan.

Wakil Sekretaris GMKI Cabang Kupang Yoel U. Rity dalam pidatonya sepanjang pawai menerangkan, Upaya preventif maupun represif perlu dilakukan untuk melawan human traficking di Negeri Ini.

“GMKI meminta agar pengiriman TKI dimoratoriumkan, untuk jangka waktu tertentu sembari menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk melawan human traficking. Mafia Human Traficking segera ditangkap dan diadili tanpa memandang bulu,” tegas Yoel sapaan akrabnya.

GMKI berharap, Lanjut Yoel, agar Pemerintah jangan duduk diam dan terkesan buta mata, buta hati menonton praktek keji ini. Jangan biarkan kasus perdangangan manusia di NTT terus berkembangbiak. Sebab, Manusia adalah Ciptaan Allah Paling mulia dan Bukan Komoditi, sehingga harus diperjual belikan.

“Upaya preventif harus semakin masif dilakukan. Manusia adalah ciptaan Allah paling Mulia, sehingga harus dibebaskan dari Praktek keji ini,” ucap Yoel.

 Sementara ditempat yang sama Ketua GMKI Cabang Kupang Christo M.T.Kolimo kepada zona;nenenws  menyampaikan, Paskah identik dengan bangkitnya keperpihakan Allah terhadap ketidakadilan dan eksploitasi perbudakan. Paskah itu juga memberi peluang bagi para murid Tuhan untuk tetap berjuang.

“Perbudakan modern dengan wajah perdagangan orang di NTT, perlu menjadi bagian berita keperpihakan dan kemenangan paskah bagi para Korban,” ucap Christo.

 GMKI Kupang Menurut Ketua Cabang, mengambil peran pawai paskah dengan isu utama yang telah dibawa selama tiga tahun berturut-turut.

 ” Isu Human Traficking. Kali ini (2018) GMKI tampil maksimal dengan 200-an peserta aksi” Pungkas Kolimo GMKI mengambil sikap demikian karena menurut Christo Kolimo, sudah empat Tahun berturut-turut NTT menerima pengiriman korban Human Trafficking dalam keadaan meningal menggenaskan. Banyak organ tubuh yang hilang, itupun tidak dihiraukan Pemerintah. Sikap diam pemerintah ini membuat kami bersikap tegas, Aksi ini ingin menyatakan bahwa Paskah itu adalah pembebasan. Pembebasan Tuhan dari ketidakadilan dan perbudakan sosial. GMKI menggugat ketidakpedulian terhadap kasus Human Trafficking,” Tutup Kolimo, Ketua GMKI Cabang Kupang

Pantauan Zonalinenews ribuan umat di Nusa Tenggara Timur (NTT) – Kupang melakukan pawai kemenangan Dengan Rute Jalan El-tari, melewati Jalan Jendral Sudirman, sampai Jalan Ahmad Yani (Halte Kupang) dan Finish di Gereja Talitakumi Pasir Panjang.(*Erson)