kondisi mangaaleng keluar ke koli. Tumpukan tanah itu jalan yang runtuh tidaka ada besi pengaman karena terjal aspal runtuh ke bawah

Yohanes Paru Sebut Proyek Jalan Koli-Mangaaleng Terindikasi Menyalahi Mutu

kondisi mangaaleng keluar ke koli. Tumpukan tanah itu jalan yang runtuh tidaka ada besi pengaman karena terjal aspal runtuh ke bawah

kondisi mangaaleng keluar ke koli. Tumpukan tanah itu jalan yang runtuh tidaka ada besi pengaman karena terjal aspal runtuh ke bawah

Zonalinenews.Com-Larantuka, Proyek pengerjaan Jalan Koli-Mangaaleng di Adonara-Flores Timur  yang mengalami kerusakan dibeberapa titik perlu ditinjau kembali.

Peninjuan tidak saja pada fisik jalan melainkan secara kompleks termasuk soal PHO.

“Kita akan tinjau kembali dan periksa secara intens proyek jalan Koli-Mangaaleng”

Demikian disampaikan Yohanes Paru anggota DPRD setempat kepada Zonalinenews Selasa 17 April 2018 disela-sela Paripurna Mendahului Perubahan.

Kondisi jalan hotmix di lokasi pertigaan kelubagolit menuju ke arah lambunga

Kondisi jalan hotmix di lokasi pertigaan kelubagolit menuju ke arah lambunga

Lebih jauh Ketua Komisi B ini juga merasa prihatin terhadap proyek sejenis di Flores Timur dimana terindikasi menyalahi mutu serta tidak sesuai dengan Bestek Pekerjaan.

“Untuk itu DPR-D perlu melakukan uji petik terhadap semua paket pekerjaan baik bersumber dari APBD I dan APBD II yang jauh dari mutu dan tidak sesuai Bestek,” tegas Anis Paru

Selain menyoroti proyek jalan Koli-Mangaaleng, Ketua Demokrat Flotim kembali berkicau soal pekerjaan Hotmix di Kawaliwu Kecamatan Lewolema yang tengah mengalami kerusakan.

Masih menurut Anis, indikasi masalah juga teejadi pada administrasi proyek.

Pada uji petik kita ingin mengetahui apakah Administrasinya sesuai dengan fisik pekerjaan atau tidak.

“Kadang penambahan 50 puluh hari kerja tetapi tidak sesuai dengan kenyataan karena administrasinya telah disiasati” geram Anis Paru.

Menghadapi persoalan ini, perlu perhatian dan pengawasan serius dan keberanuan  dari semua pihak pemangku kepentingan di Daerah dalam kaitan fungsi kontrol sehingga masyarakat  Flores Timur bisa menikmati perubahan yang lebih baik.

Sementara Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum Pertambangan Dan Energi Kabupaten Flores Timur Yohanes Fernandez ketika ditemui Senin, 16 April 2018 terkesan mengelak dan enggan memberikan keterangan terkait persoalan dimaksud (*Rita Senak).