Ketua DPRD Flotim Yosep Sani Bethan,ST

Disinyalir Wartawan “Main” Proyek, Ini Kata Ketua DPRD Flores Timur

Ketua DPRD Flotim Yosep Sani Bethan,ST

Ketua DPRD Flotim Yosep Sani Bethan,ST

Zonalinenews.Com, Larantuka ,- Belum sirna rasa penasaran dan ketercengangan publik Flores Timur dengan prestasi yang diterima kuli tinta, kini publik sekali lagi dibuat terhenyak,  disinyalir adanya oknum wartawan yang sukses bermain mata dengan Kepala OPD tertentu sehingga berhasil menyabet sejumlah paket proyek.

Kebenaran sinyalir ini diaminkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Yosep Sani Bethan, ST.

Berbicara kepada awak media, Jumat 18 Mei 2018 Nani Bethan,  politisi Golkar ini menilai keterlibatan Wartawan baik secara langsung maupun tidak langsung merupakan preseden buruk dan langkah mundur dunia Jurnalistik Kabupaten Flores Timur.

“ini preseden buruk dan sangat memalukan. Masa wartawan kerja proyek? Independensinya diragukan? Hilang kontrol sosialnya,” Geram Nani.

Lanjut Nani Bethan,  yang juga mantan Pemred Buser era 90-an menilai seorang Wartawan sangat tidak pantas terlibat dalam kegiatan proyek.

“Dia sudah kerja proyek. Padahal, melobi ataupun menggunakan bendera saja tidak boleh. Mau jadi apa kalau begini,” sesal Nani.

Ditanya siapa oknum wartawan dimaksud, Ketua DPC Golkar Flotim ini enggan membeberkan kepada media.

“Tidak usah saya sebutkan nama ataupun inisial. Terpenting, teman-teman  wartawan harus tahu,  wartawan kerja proyek di Flotim  itu fakta, sesuai pengakuan oknum kepala OPD,”. Sebut Nani, sambil menelepon oknum Kepala OPD pemberi proyek.

Selain merasa kesal, Yoseph Sani Bethan merasa miris dan prihatin dengan sejumlah kontraktor yang sampai saat ini belum mendapatkan paket pekerjaan akibat ulah oknum tertentu dimana melobi proyek secara tidak sehat.

“Wartawan bisa lihat sendiri. Kasihan, saat ini banyak kontraktor tidak dapat proyek. Mereka nganggur,  bayar pajak percuma. Di lain pihak ada oknum kontraktor yang mengerjakan 2-3 paket  pekerjaan secara bersamaan dengan lokasi berbeda. Ini tidak adil. Flores Timur milik bersama, memajukan Flores Timur secara bersama bukan orang tertentu,” kesal Nani.

Mengakhiri pembicaraannya, Nani berharap agar apa yang tengah terjadi di Flores Timur sesegera mungkin diperbaiki sejak dari sekarang.

“Flores Timur harus bisa berubah. Perubahan seperti apa? Perubahan itu dari hal-hal kecil. Seperti paket pekerjaan harus dibagi merata. Kalau masih terus seperti sekarang,  Flores Timur susah berubah dan perubahan tidak pernah terjadi. Mulailah merubah dari hal-hal kecil termasuk merubah sikap” Tutup Nani. (*Ritha Senak).