foto : Gubernur NTT Frans Lebu Raya (kameja putih)  didampingi oleh Ketuan DPRD Prov NTT Anwar Pua Geno dan Kadis PRKP Provinsi NTT Yuliana Afra

Gubernur NTT Lebu Raya Lakukan Groundbreaking Monumen Flobamora Rumah Pancasila

foto : Gubernur NTT Frans Lebu Raya (kameja putih) didampingi oleh Ketuan DPRD Prov NTT Anwar Pua Geno dan Kadis PRKP Provinsi NTT Yuliana Afra

foto : Gubernur NTT Frans Lebu Raya (kameja putih) didampingi oleh Ketuan DPRD Prov NTT Anwar Pua Geno dan Kadis PRKP Provinsi NTT Yuliana Afra pada acara groundbreaking pembagunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama  pekerjaan pembagunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila di Desa Nitneno, Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang NTT, Jumat 18 Mei 2018 sekitar pukul 15.30 wita.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya dalam sambutanya mengungkapkan, konsep  nama Monumen Flobamora Rumah Pancasila untuk menujukan bahwa sebenarnya dari NTT lahirlah pancasila. “Pembagunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila ini memang disengaja  untuk menunjukan bahwa NTT adalah daerah yang rukun, kebangsaan yang dijaga, toleransinya bagus. Dan nilai – nilai ini harus terus disebarkan ke seluruh Indonesia bahkan ke seluruh dunia,” ungkapnya.

Dikatakan, mejaga sebuah idelogi tidak muda, karena ideologi lain terus menerus tumbuh dan  berkembang. “Satu contoh terorisme. Terorisme itu bukan urusan agama tapi itu urusan ideologi. Ideologi yang mengangung – agungkan kematian. Itu terorisme,” kata Frans.

Bisa dibayangkan, lanjutnya seorang ayah mengantarkan istri dan anak – anaknya untuk bom bunuh diri. “ Kita mesti punya tanggungjawab untuk terus – menerus menyebarluaskan dan memberikan keyakinan kepada masyakat kita tentang idelogi pancasila. Idelogi yang benar – benar mesti dijalankan dengan baik. Dengan terus – menerus menghargai sesama manusia, saling menghormati dan menjaga keutuhan bangsa ini. Ini satu hal yang sangat penting,” papar Frans.

Ia menambahkan, dengan adanya pembagunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila tersebut tidak hanya untuk menjaga ideologi tapi bisa menjadi objek  wisata baru  yang membawa manfaat ekonomi untuk masyarakat setempat. “Saya minta masyarakat disini harus dukung agar pekerjaan pembagunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila seluas 5000 meter  persegi ini bisa berjalan lancar agar masyarakat sekitar bisa mengunakan sebagian lokasi untuk tempat jualan. Kita mengeluarkan uang puluhan miliar harus ada manfaat untuk masyarakat,” jelas gubernur NTT dua periode itu. (*hayer)