Pelantikan  Pengurus Himboen TTS

Pengurus Himboen TTS di Lantik

Pelantikan  Pengurus Himboen TTS

Pelantikan Pengurus Himboen TTS

Zonalinenews-Kupang,- Pengurus Himboen TTS di Lantik Pengurus Himpunan Mahasiswa Banam, Onam dan Oenam (Himboen) asal Kabupaten Timor Tengah Selatan di Lantik, Sabtu26 Mei 218  di Kupang.

Acara Pelantikan berlangsung di Hotel Brenton. Acara Pelantikan di hadiri oleh Anggota DPRD Provinsi NTT, Aleta Cornalia Baun, Ketua Komisi III, DPRD Kabupaten TTS, Niko Sole dan Anggota DPRD TTS, Ruba Banunaek.

Hadir pula pengarah Himboen, Emanuel Betty, Ananias Bees dan Leksi Salukh. Ketua Komisi III,Niko Sole melantik Ketua Umum Himboen, Kekson Fole Salukh, Wakil Ketua, Jacky Carles Taek, Sekretaris Rido Seu, Bendahara, Rina Selan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Himboen, Kekson Fole Salukh menegaskan semangat dari pembentukan Himboen adalah bukan untuk menyaingi organisasi lokal asal Kabupaten TTS, tapi untuk menjadikan sebagai wadah untuk menghimpun mahasiswa asal TTS tanpa memandang dari Amanuban, Amanatun dan Mollo.

” Gagasan pembentukan Himboen, bukan bersaing, tapi untuk dijadikan wadah saling mengenal dan belajar bersama bagi mahasiswa asal TTS, tanpa mengkotak-kotak siapa dia dari mana asalnya, karena kini bukan lagi harus membedakan dengan mengutamakan ego,”ungkapnya.

Dia menuturkan kehadiran Himboen mengakomodir semua mahasiswa asal Kabupaten TTS, karena di Kabupaten TTS banyak mahasiswa yang ada di Kota Kupang, datang dari berbagai suku dan latar belakang.

” Kami bentuk untuk akomodir saudara-saudari mahasiswa yang bukan asli Kabupaten TTS, karena disoe ada beragam suku yakni Flores, Sabu, Sumba, Manado, Alor dan Rote.Kami hadir untuk semua TTS,”ujarnya.

Dia menyampaikan Himboen adalah organisasi independen yang tak bisa diintervensi oleh pihak manapun. Contohnya, kehadiran tiga dewan bukan untuk kepentingan politik tapi semangat pembangunan Kabupaten TTS.

” Bukan hadir disini untuk berpolitik, tapi begitu nanti ada persoalan pasti kita akan ingatkan dengan cara kita disini. Jadi bukan karena pembina lantas kita tidak bisa koreksi,”ungkapnya.

Dia menegaskan bahwa wadah yang dibentuk bukan berarti mahasiswa yang bergabung lupakan tujuan utama datang sekolah.” Saya tegaskan kami belajar mengembangkan diri disini, tapi kuliah kami juga akan jalan.Sukses berorganisasi sukses sekolah,”pungkas. Mewakili Sinior, Eman Betty menegaskan, berorganisasi bukan berarti melupakan sekolah, tapi bagaimana membagikan waktu untuk ber organisasi dan kuliah.

” Wadah ini bukan untuk tidak kuliah, tapi buktikan selesai kuliah, seperti kami berorganisasi dulu,selesai kuliah,”ungkapnya.(*Tim)