Perse Ende Terancam Batal Berlaga di Piala Indonesia

Persemania

Persemania

Zonalinenenws-Ende,- Keikutsertaan tim sepakbola kesayangan masyarakat kabupaten Ende, Perse Ende dalam ajang Piala Indonesia masih menjadi tanda tanya. Kendati pihak penyelenggara Piala Indonesia telah memastikan keikutsertaan Perse bahkan telah melakukan penarikan undian atau polling fase grup (3 Mei 2018) yang menempatkan Perse di Zona 12, namun kondisi internal Perse Ende seakan memberi sinyal bahwa keikutsertaan Perse Ende belum dapat dipastikan hingga kini.

Sinyalemen terancam batalnya keikutsertaan Perse diinformasikan oleh koordinator Persemania, Jero (Senin, 29 Mei 2018). Sebagai koordinator Persemania, dirinya telah mengikuti perkembangan terkait keikutsertaan Perse di Piala Indonesia dan melakukan segala upaya membantu keikutsertaan Perse, termasuk melalui pengumpulan dana. Namun ia mengaku, ada perkembangan terbaru yang datang dari ketua Askab Ende, Sabri Indradewa, bahwa Perse kemungkinan besar tidak dapat berlaga di Piala Indonesia.

“Saya telah bicara dengan ketua Askab dan beliau menyampaikan bahwa Perse kemungkinan tidak ikut di Piala Indonesia”, kata Jero.

Ada beberapa pertimbangan mengapa keputusan ini cenderung akan diambil, antara lain terkait waktu yang ditakutkan akan bertabrakan dengan jadwal Piala Gubernur dan Suratin Cup dalam waktu dekat ini. Selain itu, Piala Indonesia merupakan ajang yang tidak terjadwal dalam agenda Perse sehingga belum ada alokasi dana untuk keikutsertaan pada ajang tersebut.

Namun menurutnya Jero, hal itu bukanlah faktor utama. Dikatakannya kendala utama yang menjadi pokok persoalan adalah kepengurusan di internal Perse Ende itu sendiri. Misalnya, surat undangan dari penyelenggara Piala Indonesia telah diterima oleh ketua Perse Ende pada februari 2018, namun, hadirnya surat tersebut tidak segera ditanggapi dengan segera melakukan rapat koordinasi ataupun mengajukan proposal kepada Koni Ende.

Hal ini dibuktikan saat wawancara di RRI Ende (7 Mei 2018), Albert Yani sekretaris Koni Ende, mengaku pihaknya selama ini menunggu proposal pengajuan dana dari Perse, namun belum ada hingga saat itu.

“Sebenarnya masih ada waktu untuk persiapan Piala Indonesia, hanya kalau proposal dimajukan segera setelah terima undangan (dari penyelenggara Piala Indonesia). Dan Koni sudah menunggu itu, kata pak Albert Yani”, ungkap Jero.

Terkait permasalahan keuangan, pengurus Perse Ende selama ini dapat dikatakan tidak kreatif. Hal ini terlihat dari tidak adanya perubahan signifikan dalam memajukan Perse. selama ini kebutuhan Perse monoton mengandalkan dana dari pemerintah padahal banyak cara yang bisa dilakukan.

Misalnya saja saat penyelenggaraan ETMC 2017, pengurus Perse Ende tidak menangkap momen dengan melakukan penjualan kostum atau pernak-pernak mengenai Perse. Padahal jika lakukan akan sangat membantu keuangan Perse. Atau dalam mengisi rehat sambil menunggu kompetisi, pengurus Perse bisa melakukan langkah kreatif dengan menyelenggarakan pertandingan persahatan.

“Di klub-klub besar, langkah kreatif dari pengurus sangat membantu keuangan tim”, kata Jero.

Sebelumnya, untuk diketahui terkait permasalahan dana yang dihadapi Perse, Persemania telah melakukan kegiatan “1000 koin untuk Perse” dalam rangka membantu pendanaan Perse. Aksi yang mengundang simpatik ini sekaligus membuat warga bertanya-tanya tentang posisi keuangan Perse, khususnya setelah penyelenggraan ETMC 2017. Hal ini menjadi pertanyaan besar mengingat pemasukan saat itu dapat diperkirakan sangat tinggi, baik sokongan dana dari pemerintah dan sponsor, maupun dari penjualan karcis. Terkait hal ini, Jero menuturkan bahwa pihaknya tidak tahu-menahu seperti apa sebenarnya kondisi keuangan Perse sebab Persemania hanyalah fans club (kumpulan penggemar fanatik), bukan pengurus Perse.

Ketua Askab Ende, Sabri Indradewa yang dikonfirmasi tanggal 16 Mei 2018 memilih tidak mejawab ketika ditanyakan mengenai bagaimana sebenarnya kondisi keuangan Perse. Sedangkan, ketua Perse Ende, Arif Rahman hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi oleh media ini. (*ARA)