Polres TTS Berhasil Tangkap Pelaku Ancam Bom Makorem 161/Wira Sakti Kupang

foto : Elki Natonis dan Bai Natonis saat diamankan di Mapolres TTS, Sabtu (19/5).

foto : Elki Natonis dan Bai Natonis saat diamankan di Mapolres TTS, Sabtu (19/5).

ZONALINENEWS.COM – SoE, Polres Timur Tenggah Selatan (TTS) Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil tangkap pelaku ancaman bom terhadap Makorem 161/Wira Sakti Kupang melalui akun Media Sosial (Medsos) facebook Ricko Lumba beberapa waktu lalu.

Elki Natonis (19) yang nekat mengancam memosting status di akun grup facebook Vecky Lerik Bebas Bicara (VLBB), mengancam bakal ada bom di Makorem 161/Wira Sakti Kupang pasca peristiwa bom gereja di Surabaya itu dibekuk polisi di kediamannya di wilayah Kampung Alor, Kota Soe pada, Sabtu 19 Mei 2018, sekitar pukul 13.00 wita.

Direktorat Intelkam Polda NTT yang ditugaskan mengungkap dan menangkap si pelaku kemudian berkoordinasi dengan Polres TTS.

Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Jamari, kepada wartawan, mengatakan, pelaku teridentifikasi bernama Elki Natonis,19.

Saat ditangkap  polisi bersama adiknya Bai Natonis, pelaku tidak melakukan perlawanan. Barang bukti yang disita dari pelaku berupa handphone Nokia warna hitam.

Pelaku diketahui membajak akun facebook Ricko Lumba untuk melakukan aksi terornya.

Dia langsung ditahan di sel Mapolres TTS untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dalam proses hukum.

Elki Natonis juga telah menjalani pemeriksaan di Mapolres TTS.

Menurut Kasat Jamari, pelaku mengakui perbuatannya. Dia menyesali perbuatannya itu. “Pelaku mengaku iseng posting status tersebut,” kata Jamari.

Akibatnya perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 45 Ayat 4 junto Pasal 27 Ayat 4 Undang-undang (UU) Nomor 11 tahun 2008 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 19 tahun 2009 tentang ITE dengan ancaman hukuman pidana penjara 6 tahun dan pidana denda Rp 1 miliar.

“Pelaku melanggar UU yang mengatur setiap orang dengan sengaja atau tidak sengaja mentransmisikan sesuatu hal atau informasi elektronik yang muatannya pengancaman sehingga dapat diakses publik,” kata Jamari (*hayer)