foto : penjemputan jenazah Almarhum Bripka Marhum Prencje di Bandara El - Tari Kupang

Sebelum Meninggal Dibacok, Bripka Marhum Prencje Sempat Ditelepon Keluarga

foto : penjemputan jenazah Almarhum Bripka Marhum Prencje di Bandara El - Tari Kupang

foto : penjemputan jenazah Almarhum Bripka Marhum Prencje di Bandara El – Tari Kupang

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Dua hari setelah pasca kejadian kerusuhan teroris di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Almarhum Bripka Marhum Prencje masih melakukan komunikasi dengan keluarga di Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait insiden yang terjadi Di Mako Brimob Depok tersebut. 8 Mei 2018 Sebelum kejadian Alamarhum Marhum (41) tahun dibacok hingga meninggal dunia, Almarhum sempat ditelepon dan dinasehati oleh kakak kedua Almarhum ,agar Almarhum selalu berhati – hati ketika menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Safrudin Prencje kakak keempat Almarhum dari tujuh bersaudara itu mengatakan, untuk menghadapi peristiwa kematian adik bungsu mereka itu sebuah peristiwa pahit yang dialami keluarga. Namun, apa yang telah terjadi pada adik mereka, keluarga telah mengiklaskannya. “Kejadian Almarhum dibacok itu pada Kamis 10 Mei 2018 sekitar pukul 23 . 45 WIB di halaman Kantor Intemob Kelapa Dua Depok. Keluarga baru mengetahui kejadian itu sekitar pukul 5 subuh dari salah satu keponakan di Jakarta. Ini sudah resiko jadi anggota Polri. Kami keluarga ikhlas atas kejadian yang menimpa adik kami,” kata Sarifudin kepada wartawan di Kupang, Sabtu 12 Mei 2018 sekitar pukul 6.30 wita.

Menurutnya, sejak masih duduk di bangku SMA cita – cita Almarhum hanya ingin menjadi Anngota Polri. “Niat Almarhum jadi Anggota Polri sangat besar sehingga ketika lulus SMA Almarhum langsung megikuti tes polisi,” ungkap Safrudin.

Ia menambahkan, Almarhum yang dikarunia tiga orang anak, yakni anak pertama Irfan yang baru tamat dari bangku Sekolah Menegah Atas (SMA), anak kedua Fadil yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA dan anak ketiga Fikri yang masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar (SD) dari hasil perkawinan dengan nyonya Rahma Malik (43) tahun.  “Alamarhum dimata keluarga sebagai sosok ayah yang baik dan tulang punggung bagi keluarga,” jelas Safrudin (*hayer)