Polres Kupang Kota Berhasil Tangkap Jaringan Pengedar Narkoba Terbesar Di Kupang

foto : Waka Polres Kupang Kota Kompol Jacky Umbu Kaledi saat gelar Press Release kasus penagkapan pengedar narkoba di Polres Kupang Kota (7 Juni 2018)

foto : Waka Polres Kupang Kota Kompol Jacky Umbu Kaledi saat gelar Press Release kasus penagkapan pengedar narkoba di Polres Kupang Kota (7 Juni 2018)

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Polres Kupang Kota berhasil tangkap jaringan pengedar narkoba jenis Sabu – Sabu (SS) terbesar di Kupang pada, Rabu 6 Juni 2018, sekitar pukul 8.30 wita, di Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) Kota Kupang tepatnya di depan tokoh Sinar Bagunan.

Waka Polres Kupang Kota Kompol Jacky Umbu Kaledi mengungkapkan, tersangka TL alias Al 53 tahun warga Kelurahan Oebufu Kota Kupang ketika ditangkap hendak melakukan transaksi barang haram tersebut dengan pemesan. Menurutnya, setalah ditangkap polisi langsung melakukan pengeledahan terhadap pelaku. ” Ini penangkapan kasus narkoba terbesar oleh Polres Kupang Kota Di tahun 2018 dengan barang bukti seberat 17,56 gram yang dibungkus menjadi dua paket, Kata Jacky kepada wartawan ketika gelar Press Release kasus tersebut di Polres Kupang Kota, Kamis 7 Juni 2018, sekitar pukul 17.00 wita.

Jacky mengatakan, berdasarka pengakuan tersangka barang tersebut dia dapat dari Y yang berada di luar daerah Kupang. “Dari hasil pemeriksaan itu tersangka mengaku barang ini dibawa oleh seseorang bukan dikirim melalui jasa penitipan kilat,” ungkapnya.

Sebelum melakukan penangkapan, kata Jacky pelaku sudah menjadi Target Operasi (TO) Polres Kupang Kota selama kurang sebih satu bulan. “Jadi tersangka ini sudah lama kita pantau dia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain SS seberat 17,56gram, dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sebuah tas kecil, telepone genggam dan satu unit sepeda motor. ” saat ini sementara pelaku masih ditetapkan sebagai pengedar,” kata Jacky.

Ia menambahkan, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo dan pasal 122 ayat (2) UU No. 35 tahun 2009 tentang narlotika dengan ancaman hukuman pidana 20 tahun kurungan atau penjara seumur hidup bahkan hukuman mati serta denda 10 milyar. (*hayer)