foto logo KPU

Berkas Dua Caleg Legislatif Mantan Napi Ditolak KPUD Kota Kupang

foto logo KPU

foto logo KPU

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Sebanyak dua orang mantan Nara Pidana (Napi) kasus korupsi berkasnya ditolak oleh Komosi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah mendaftarkan diri menjadi Calon Legislatif (Caleg) Kota Kupang. Dua Calek yang terlibat kasus korupsi tersebut yang dikehui atas nama JT, nomor urut 6 asal Parti Demokrat dari Daril 1 Kota Raja, Kota Kupang dan HD, nomor urut 1 asal Partai Berkarya juga dari Dapil 1 Kota Raja, Kota Kupang.

Komisioner KPUD Kota Kupang Lodowyk Fredik mengungkapkan, dari hasil verifikasi KPUD Kota Kupang menemukan dua Caleg Legislatif yang terlibat kasus korupsi dan telah memiliki putusan tetap. Menurutnya, dari hasil klarifikasi dengan pengadilan, dibenarkan keduanya pernah terlibat kasus korupsi dan sudah inkrah. Maka itu berkas kedua Calek tersebut dinyatakan ditolak. “Disaat memSuki masa vetifikasi faktual Caleg dua orang mantan napi kasus korupsi ini langsung ditolak oleh KPUD Kota Kupang,” kata Lodowyk kepada wartawan, Senin 23 Juni 2018.

Penolakan tersebut, lajutnya telalah disesuaikan dengan peraturan yang mengacu pada aturan KPU nomor 20 tahun 2018, tentang pencalonan DPR, DPRD Provinsi, dan DPR Kabupaten Kota. ” Aturan KPU mengatakan mantan napi korupsi dilarang mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif sehingga berkas dokumen yang diajukan di KPU Kota Kupang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan,” ungka Lodowyk.

Ia menambahkan, selain dua mantan napi korupsi ada juga sejumlah Bacaleg yang harus memperbaiki berkas yang telah dimasukan yaitu, surat keterangan kesehatan yang tidak sesuai dengan rekomendasi, ijazah yang belum dilegilisir dan SKCK yabg tidak sesuai rekomendasi. ” seluruh perbaikan berkas dan pergantian dua Caleg napi ini sampai batas waktu yang sudah ditetapkan KPU dari 31 Juli mendatang hingga batas akhir. Namun apa bila tidak ada perbaikan dan pergantian maka KPU akan mencoret Caleg tersebut dari daftar Caleg,” paparnya. (*hayer)