foto ; calon siswa saat di P Dan K Provinsi NTT

Ratusan Calon Siswa SMA Negeri Di Kota Kupang Dipastikan Terlantar

foto ; calon siswa saat di P Dan K Provinsi NTT

foto ; calon siswa saat di Kantor P Dan K Provinsi NTT

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Ratusan calon siswa Sekolah Menegah Atas Negeri (SMA N) di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) Dipastikan terlantar karene tidak diterima di sekolah lantaran sistem zonasi.

Pantauan zonalinenews.com, untuk mendapatkan kepastian dan mencari solusi, ratusan orang tua wali beserta calon peserta didik baru, kembali mendatangi Kantor Dinas Pendidikan NTT lantaran sekolah negeri pilihan yang ada didalam zona menolak dengan alasan sudah memenuhi kuota, Senin 16 Juli 2018, sekitar pukul 8.30 wita.

Banyak calon peserta didik baru terpaksa tidak mengikuti sekolah hari pertama. Mereka terlihat kebingungan sambil menunggu kepastian dari Dinas Pendidikan, karena belum mendaftar di sekolah manapun di Kota Kupang, setelah ditolak sekolah tujuan.

Benyamin Usboko, salah satu orang tua wali kepada wartawan mengatakan, dirinya sudah berada di kantor Dinas Pendidikan sejak subuh tadi. Ia terpaksa kembali ke dinas untuk dapatkan informasi dan solusi anaknya harus dikemanakan, sementara semua sekolah hari ini sudah mulai beraktifitas. “Mau ketemu kadis (Kepala Dinas) disini, tapi kadis ada bangun jalan pi ikut rapat, katanya di belakang kantor gubernur ko alamatnya mana na. Beta datang untuk kita dapatkan informasi yang jelasnya, kita mo dibuang kemana, ato mo tidak diterima di sekolah mana, supaya kita tau persis, atau mau diterlantarkan ya kita mau tau persis sebagai orang tua siswa,” katanya.

Menurutnya, jika tidak ada solusi dari Dinas Pendidikan yang mengatur SMA Negeri maka, dipastikan anaknya akan terlantar karena dirinya tidak mampu secara ekonomi, jika harus mendaftar di sekolah swasta. “Kita sudah tidak tau lagi, karena kita mau berlindung dimana lai kalo bukan pemerintah, ya sekolah swasta tapi kalo kita tidak mampu terpaksa anak harus terlantar,” ujar Benyamin lemas.

Orang tua wali meminta pemerintah, agar penerapan zonasi dalam penerimaan peserta didik baru 2018 dan seterusnya, harus dibenahi sistimnya, lantaran calon siswa baru yang rumahnya terletak disamping sekolah, tidak diakomodir. *(hayer)