Ratusan Wali Murid Datangi Dinas P Dan K Kota Kupang


 

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Ratusan orangtua murid yang anaknya tidak diterima di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri, Rabu 11 Juli 2018, sekitar pukul 09.30 wita mendatangi kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P Dan K) Kota Kupang untuk  mempertanyakan keakuratan sistem zonasi yang digunakan Pemerintah Kota Kupang saat penerimaan siswa baru. Pasalnya, ada anak yang rumahnya berada dibelakang sebuah SMP Negeri namun tidak diterima di sekolah  tersebut.
Lusi Ludji salah seorngdri ratusan orangtua yang datang ke Dinas P&K kepada wartawan mengatakan, sistem zonasi yang diterapkan Pemerintah saat penerimaan siswa baru makin menyulitkan dan memusingkan orang tua. “Aturan tambah moderen tapi tambah kacau saja. Orang tua jadi pusing. Sebab, ada anak yang tinggal disamping SMP Negeri 5 Walikota tidak dapat sekolah di SMP Negeri 5 itu. Bahkan dibuang  ke SMP Negeri 9 Oepura. Kejadian ini tidak masuk akal. Apakah kita orang tua yang bodoh atau sistem zonasi ini yang salah," kata Lusi.
Kepala Dinas P Dan K Kota Kupang, Filmon Lulupoy dihadapan orang tua murid menegaskan, setiap siswa harus mendapat sekolah.
Saat ini, kata Lulupoy, pihaknya sedang melakukan rekapitulasi nama siswa yang belum mendapatkan sekolah. Paling lambat pekan depan semua siswa sudah dapat sekolah negeri. “Pada prinsipnya semua siswa harus mendapat sekolah. Sekarang kita lagi rekap siswa yang belum tertampung. Siswa yang alamatnya dibelakang sekolah tapi tercecer ke sekolah lain nanti kita cari solusinya. Jadi kita lagi rekap dan cari solusinya sampai minggu depan,” jelas Lulupoy.
Setelah mendengarkan penjelasan Lulupoy, banyak orang tua yang dapat menerima penjelasan tersebut tapi ada juga yang mengancam akan kembali melakukan aksi protes lagi jika anak mereka mendapatkan SMP Negeri yang jauh dari tempat tinggal mereka.
Aksi protes orang tua murid yang anak mereka tidak diterima di SMP Negeri di Kota Kupang ini berakhir damai setelah ratusan orang tua itu membubarkan diri kembali ke rumah masing-masing. (*hayer)