foto  Kepsek SMP N 3 Kota Kupang Soleman Mone saat membuat laporan Polisi di Polres Kupang Kota

Tak Diberi Proyek, Kepsek Ini Diancam Akan Dibunuh Oleh Tim Sukses Wali Kota Kupang

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Tidak terima diperlakukan kasar oleh oknum yang megatas namakan tim sukses paket Firman Wali Kota Kupang dan Wakil Wali Kota terpilih periode 2017-2022 Jefri Riwu Kore dan Hermanus Man, Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN 3) Kota Kupang Soleman Mone melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kupang Kota, Jumat 10 Agustus 2018, sekitar pukul 13.30 wita.

Soleman Mone mengatakan, dirinya diperlakukan kasar oleh oknum dua tim sukses yang bernama Yulius Kadja alamat di Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa Kota Kuoang dan Pomi alamat di Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja Kota Kupang lantaran tidak diberi proyek pekerjaan rehab empat ruang kelas yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai kurang lebih 200 juta. Menurutnya, pengancaman terdapa dirinya oleh oknum tim sukses Firman itu sudah terjadi lebih dari satu kali atau berulang – ulang kali. “Saya sangat tidak terima karena sudah membawa nama tim sukses Wali Kota serta mereka mau ancam bunuh saya sambil memegang kerak baju saya,” kata Soleman kepada wartawan di Polres Kupang Kota, Jumat 10 Agustus 2018, sekitar pukul 15.30 wita.

Dikatakan, salah satu oktum tim suses Wali Kota Kupang Yulius Kadja sempat menarik dirinya agar turun dari mobil ketika di lokasih sekolah. “Awal kejadian mereka datang ke sekolah bertemu saya untuk minta proyek ini. Tapi yag saya herannya ketika kita pihak sekolah belum tau proyek ini, mereka sudah tau. Namun saya hanya bilang ke mereka sabar dulu karena saya yang di sekolah belum tau anggarannya berapa dan kitatunggu sa juknisnya. Karena kata – kata ini mereka bilang saya janji mereka. Dasar itu beberapa hari lalu mereka ke sekolah lagi untuk menuntut pekerjaan.Secara aturan juknis dana itu harus dikelolah oleh pihak komite sekolah dan warga sekitar sekolah. Bukan orang dari luar,” jelas Soleman.

Ketika dirinya tidak ingin melangar aturan juknis tersesut oknum tim sukses Yulius itu emosi lalu menarik dirinya dari kerak baju dan mengancam igin membuh serta membakar mobil terebut. “Yulius ini dia yang menarik kerak baju saya dan mengancam mau membunuh saya. Dan awal itu yang datang minta proyek ini Yulius tapi tiba – tiba dia datang sama Pomi dan berkata proyek ini untuk Pomi saja biar saya mundur” ungkap Soleman.

Sementara itu Kasubnit III Reskrim Porles Kupang Kota Bripka Antonius H. SH. selaku penyidik pelapor Soleman Mone dalam kasus tersebut ketika dikonfirmasi media mengungkapkan, menbenarkan pada hari tanggal tersebut sesuai Laporan Polisi (LP) Nomor : STTLP / 685 / VII / 2018 / SPKT RESOR KUPANG KOTA telah terjadi kasus / atau tindak pidana pengancaman. Berawal sekitar pukul 12.00 wita pelapor hendak pulang dari SMPN 3 Kota Kupang dan sampai di TKP sementara dalam mobil kemudian terlapor Yulius Kadja bersama saksi II Pomi datang menemui pelapor dan minta pekerjaan kepada pelapor karena sekolah hendak di rehab dam meraka minta mereka yang kerja. Tetapi pelapor tidak mau memberikan pekerjaan tersebut kepada terlapor karena sesuainpetunjuk jaksa harus sesuai juknis kalau yang berhak mengerjakan adalah pihak sekolah dan sudah ada SK, kemudian terlapor labgsung buka pintu mobil memegang kerak baju pelapor mengunakan tangan kirikemudian tangan kanan hendak memukul kearah wajah pelapor . Kemudian terlapor mengatakan saya bakar lu dengan mobil kalau bawa pisau saya bunuh kamu setelah itu pelapor langsung jalan. Maka atas kejadian tersebut pelapor melapor ke Mapolres Kupang Kota guna dapat diadakan penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut. (*hayer)