foto bersama Dr.Stefani Tannur ( tengah) dengan para mahasiswa/i Fakultas Filsafat Unwira Kupang

Dr. Stefani Tannur : Saatnya Yang Muda Tampil Sebagai Agen Perubahan Di NTT

foto bersama Dr.Stefani Tannur ( tengah) dengan para mahasiswa/i Fakultas Filsafat Unwira Kupang

foto bersama Dr.Stefani Tannur ( tengah) dengan para mahasiswa/i Fakultas Filsafat Unwira Kupang

ZONALINENEWS.COM – KUPANG,  Cerdas, muda, dan cantik itulah sosok dari Dr.Stefani Tannur. Ia terpanggil dan tergugah terjun ke dunia politik untuk memperjuangkan dan membawa harapan untuk masyarakat NTT kedepan lebih sejahtera lagi.

Menurutnya, salah satu perjuangan untuk melayani masyarakat adalah melalui dunia politik, karena politik itu sendiri sebenarnya dasarnya adalah pelayanan kepada masyarakat.

Hal inilah yang menjadi fokus utamanya maju ke senayan sebagai calon anggota DPR RI yang diusung dari partai Nasional Demokrat ( Nasdem) NTT untuk Daerah Pemilihan ( Dapil) II NTT yang meliputi Timor, Rote, Sabu, Sumba dan siap bertarung dalam Pemilihan Legislatf (Pileg)  2019 mendatang.

“Sudah saatnya yang muda tampil melayani dan sebagai agen perubahan untuk masyarakat NTT”, Kata Fani, kepada zonaline news, Kamis 27 September, pukul 13.00 wita, ketika ditemui di sela -sela pertemuan bersama mahasiswa/i Fakultas Filsafat Unwira Kupang.

Lanjutnya, saya sudah punya pandangan baru, untuk saat ini butuh orang – orang muda sebagai agen – agen regenerasi dari suatu sistem pelayanan.

Salah satu sistem pelayanan yang ada di negara ini adalah sistem pelayanan politik.

” Politik itu sendiri sebenarnya dasarnya adalah pelayanan kepada masyarakat”, ujar wanita cantik Fani yang dinobatkan sebagai Duta Tenun ikat NTT ini.

Karena itu, lanjutnya, sebagai generasi muda NTT saya menawarkan diri untuk turut berpartisipasi menjadi pelayan kepada masyarakat.

Dikatakan, yang mendorong saya untuk maju ke senayan adalah saya mau memberikan wajah baru untuk politik di NTT, dimana selama ini wajah politik di NTT dikenal dengan tradisi – tradisi yang tidak sehat misalnya money politik, persaingan politik yang tidak sehat, saling menjatuhkan satu sama lain dan mulai menciptakan isu – isu provokatif sehingga menurut saya wajah perpolitikan di NTT perlu diganti.

Ia menambahkan, adapun maksud kedatangan saya ke fakultas Filsafat Unwira Kupang sebenarnya untuk bertukar pikiran, sharing dan memotifasi mahasiswa di Fakultas filsafat ini, karena teman – teman yang belajar filsafat tentu punya daya pikir yang lebih dalam sehingga kita sama – sama bertukar pikiran mengenai sistem politik yang ada saat ini.

Dan, akhirnya saya berharap saya mau menjadi harapan baru dan sebagai agen perubahan bagi masyarakat NTT untuk lebih sejahtera lagi melalui pelayanan yang saya berikan, tandasnya.(* Agust Kefi)