Gorge dan Abner

GEORGE SAAD SEBUT SD TEMPAT YANG TEPAT PERTAHANKAN BAHASA DAERAH

Gorge dan Abner

Gorge dan Abner

Zonalinenws – KALABAHI-Mahasiswa Asal Universitas Leiden, Belanda, George Saad menyebutkan Sekolah Dasar (SD) tempat tepat dalam mempertahankan bahasa daerah

“Sekolah Dasar itu tempat yang tepat dalam mempertahankan bahasa daerah, ” ungkap George Peneliti berkebangsaan Yunani ini kepada Wartawan  29 Agustus 2018, sejak penelitiannya dalam rangka mendokumentasi bahasa Abui di Takalelang, kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (2017), menilai orang tua tidak lagi berbicara bahasa ibu dengan anaknya. Itu dikarenakan, sekitar 80-90 an Orang Timur pada umumnya sudah menerima bahasa Indonesia melayu dan sekolah pun sempat melarang anak-anak berbicara dalam bahasa Ibu.

“Sekitar tahun 80-90 an, orang Timur sudah menerima bahasa Indonesia Melayu dan menurut pengakuan orangtua di Takalelang juga menyebutkan pemerintah sempat melarang anak-anak di Sekolah, Jangan bicara bahasa daerah”,  pungkas George .

Baginya, kepunahan bahasa itu salah satu faktor yang kuat adalah melarang anak-anak untuk berbicara bahasa daerah.

“Karena melarang anak-anak omong bahasa daerah itu akan menuju kepunahan terhadap bahasa tersebut, ” terang George Hal terpenting yang ia temukan di SD (sekolah Dasar), sebagian besar anak di Takalelang tidak sanggup berbicara bahasa Abui dengan Lancar.

“Sebagian Besar anak SD tidak sanggup berbicara bahasa Abui dengan lancar” Ia berpendapat bahwa “Bahasa Daerah yang adalah identitas kita sendiri itu harus diajarkan di SD sehingga mempengaruhi Orantua di rumah bahwa itu penting. Kalau sekolah melarang bagaimana dengan orangtua?” Diakui salah satu orangtua yang ada di Kampung adat Takpala (perkampungan tradisional), Abner Yetimauh yang juga pada tahun yang sama (2017) sempat diliput salah satu Televisi Nasional, MetroTV dalam acara Menemukan Penutur Terakhir.

Abner berkisah, Pemerintah Sempat melarang Bahasa Abui (bahasa daerah), sampai-sampai dipukul pakai belahan Bambu Jika ketahuan berbicara Bahasa Abui

“Kalau Kita bicara Bahasa Abui (salah satu bahasa di Alor), di sekolah, pasti sudah kena Belahan bambu di Betis (kaki)”

Perlu diketahui bahwa selain berkunjung ke SD GMIT Takalelang, George juga sempat melakukan Sosialisasi di SD IMPRES Mabu, SMPN Likwatang & SMKN 3 KALABAHI dan sejumlah anak-anak yang berada di daerah lain, lingkup Alor. Hingga Berita ini ditayangkan, George Saad sedang menulis hasil penelitian dari Bahasa Abui dialek Takalelang untuk gelar seorang doktor. (*DT)

 


TAG