foto Polres Kupang Kota Gelar Kasus Pengeroyokan Terhadap Dokter Dedari Kupang

Polres Kupang Kota Ciduk Empat Pelaku Pengeroyokan Terhadap Dokter RS Dedari

foto Polres Kupang Kota Gelar Kasus Pengeroyokan Terhadap Dokter Dedari Kupang

foto Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Ibtu Bobby Boy Mooy Nafisaat gelar kasus pengeroyokan terhadap Dokter RS.Dedari Kupang

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Baru dua hari menjabat jadi Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Ibtu Bobby Boy Mooy Nafi bersama tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kupang Kota, Jumat 21 September 2018 berhasil ciduk empat pelaku diduga pengeroyokan terhadap Dokter Rumah Sakit ( RS Dedari) Kupang, Dr. Budi Yulianto Sarim, Spesialis Anastesi (SpA), warga Kelurahan Naikolan Kota Kupang.

Kasat Reskrim Poleres Kupang Kota Bobby Boy Mooy Nafi mengungkapkan, kejadian pengerokan terhadap koban pada, Senin 10 September 2018 sekitar pukul 02.00 wita. “Keempat pelaku berhasil kita tangkap di rumah mereka masing – masing yang beralamat di Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa Kota Kupang,” kata Bobby kepada wartawan saat gelar kasus pengeroyokan terdap Dokter RS Dedari Kupang di Polres Kupang Kota, Minggu 23 September 2018, sekitar pukul 19.30 wita.

Menurutnya, aksi keempat pelaku yakni OL (23) , RL (24), AB (19) dan DB (16) melakukan aksi tersebut di Jalan Teratai Kelurahan, Naikolan, Kecamatan Maulafa Kota Kupang ketika korban baru pulang dari aktifitas sebagai Dokter di RS Dedari. “Jadi korban yang saat melintasi jalan itu berpas – pasan dengan dengan para pelaku dari arah yang berlawanan yang mengendarai enam sepedah motor. Para pelaku yang menguasi jalur tersebut tersingung dengan bunyi klakson dua kali dari korban sehingga pelaku DB langsung menghadang mobil korban. Ketika mobil korban dalam keadaan berhenti pelaku BD langsung membuka paksa pintu mobil Korban dan akhirnya korban dianiyaya oleh para pelaku,” kata Bobby.

Selain itu, jelas para keempat pelaku juga sempat melakukan perampasan dompet korban hingga terjadi tarik menarik dompet tersebut. “Jadi salah satu pelaku membuka paksa pintu mobil korban dan meminta uang kepada korban. Ketika papelaku itu diberikan uang senilai Rp 100. 000,- para pelaku tidak mau dan ingin merampas dompet korban sehingga terjadi tarik menarik dompet dan akhirnya korban memberi tambahan uang senilai Rp 400. 000,- hingga total uang Rp 500,- . Usai mengambil uang dari korban para pelaku langsung meningalkan korban,” kata Bobby.

Dikatakan, dari hasil penyelidikan dari keempat pelaku ini masih ada satu pelaku yang kabur dan telalah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) yakni tersangka YL,” Berhadapan dengan perkaran kami Splitcing karena satu orang anak berhadapan dengan hukum dan tiga tersangka ditambah dengan yang DPO sudah kategori dewasa. Untuk menindak lajut proses penyidikan ini penyidik masih menunggu hasil pemerikasaan dari Bapas terhadap anak berhadapan dengan hukum,” kata Bobby.

Dijelaskan, dampak dari pengetoyokan tersebut korban mengalami memar dibagian wajah korban. “Para pelaku dikenakan pasal
170 ayat 2 subsider Pasal 351 alAyat 1 Junto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP pidana dengan ancaman 7 penjara,” ujar Bobby. (*hayer)