foto : Walikota Kupang Jeffry Riwu Kore lantik Thom Ga Jadi Penjabat Sekda Kota Kupang

Wali Kota Kupang Lantik Thom Ga Jadi Penjabat Sekda Kota Kupang

foto : Walikota Kupang Jeffry Riwu Kore lantik Thom Ga Jadi Penjabat Sekda Kota Kupang

foto : Walikota Kupang Jeffry Riwu Kore lantik Thom Ga Jadi Penjabat Sekda Kota Kupang

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Wali Kota Kupang Jeffry Ruwu Kore, Senin 17 September 2018 resmi lantik Plt Asisten II Thom Ga Plh Sekda Kota Kupang menggantikan tugas Bernadus Benu yang sudah pensiun beberapa waktu lalu.

Wali Kota Kupang Jeffry Riwu Kore dalam sambutannya mengungkapkan, untuk mengisi kekesongogan posisi tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang telah menempu prosedur – prosedur yang sangat memadai untuk penentuan Penjabat. Menurutnya untuk  penentuan Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Kupang yang definitif  belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat karena berbagai kandala yang dihadapi bersama dalam lingkup Pemkot Kupang. “Pelantikan hari ini sangat bermakna yang luar biasa karena kekosongan yang ditingalkan bapak Bernadus Benu bisa diisi sementara waktu oleh bapak Thom Ga. Artinya Thom Ga saat ini beliau saat ini resmi menjadi Penjabat Sekda Kota Kupang,” kata Jeffry.

Ia berharap, setelah dilantiknya Thom Ga menjadi Penjabat Sekda tersebut seluruh OPD, Dinas dan Badan dilingkup Pemkot Kupang harus bekerja sama dengan Plh Sekda Kota Kupang untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada di kota ini. “Persoalan di kota ini sangat banyak. Jangan sampai dengan hal – hal kecil karena miskomunikasi kita tidak bisa menyelaseaikan persoalan – persoalan yang ada di kota ini,” ungkap Jeffry.

“ Saya ingin berpesat satu saja pada kesempatan ini. Hormatilah kawan sebagai kawan, hormatilah pimpinan sebagai pimpinan. Janganlah seorang pemimpin menjadikan anak buanya lawan atau anak buanya menjadi pemimpinnya lawan. Hormati itu, siapan pun anda pemimpin kalau pemimpin harus dihormati oleh stafnya. Jangan stafnya lebih – lebih dari pada pimpinannya. Ingat pimpinan itu orang yang diangkat, dihormati, dan dia sebagai pemimpin di bidang atau di dinas tersebut,” papar Jeffry.

Ia menilai selama satu tahu menjadi Wali Kota Kupang, banyak bawaan yang seolah – oleh melebihi pimpinan. “Ini tidak boleh terjadi walaupun mungkin pemimpinnya memiliki kesalahan satu atau dua. Pemimpin itu mungkin kurang berkompeten dibandingkan dengan bersangkutan, tapi  tidak pada tempatnya berlaga di dinas tersebut. Hal ini sering terjadi dan kita sendiri tidak bisa pungkiri,” tegas Jeffry. (*hayer)