Kepala Bidang Penanggulangan Pemyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang, Sry Wahyuningsih

Dinkes Kota Kupang Dan MUI Kerjasama Sosialisasi Pentingnya Imunisasi Campak Dan Rubella

Kepala Bidang Penanggulangan Pemyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang, Sry Wahyuningsih

Kepala Bidang Penanggulangan Pemyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang, Sry Wahyuningsih

ZOANLINENEWS.COM – KUPANG, Kepala Bidang Penanggulangan Pemyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang, Sry Wahyuningsih mengungkapkan, Sekolah Dasar (SD) Muslim di Kota Kupang mulai membuka diri agar para murid bisa dilakukan Imunisasi Campak Rubella. Sebab, Dinkes Kota Kupang bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang untuk terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya Imunisasi Campak dan Rubella bagi anak – anak. “Dari hasil sosialisasi sudah ditemukam titik terang. Pasalnya, beberapa sekolah muslim di Kota Kupang sudah membuka diri dan agar para siswanya bisa di imunisasi,” kata Sry saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat 19 Oktober 2018.

Menurutnya, langkah kerjasama sosialisasi oleh pihaknya dengan MUI Kota Kupang karena mengejar canangan target secara Nasional Imunisasi Campak dan Cubella di Kota Kupang. “Sekolah muslim sudah membuka diri agar para muridnya boleh diimunisasi adalah SD Muhammadyah Kampung Solor dan ratusan di Kelurahan Air Mata sudah dilakukuan Imunisasi Campak dan Rubella. Sementara itu dibeberapa sekolah muslim lainnya, seperti SD Persetim 1 di Kelurahan Airmata, SD Persetim 2 di Kelurahan Fontein, Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kelurahan Nunbaun Sabu serta SD dan SMP Atin Namosain, pihak Dinkes dan MUI kota Kupang telah menjadwalkan untuk melakukan pendekatan dan sosialisasi pada peken depan,” ungkap Sry.

Dia mengaku, dalam sosialisasi yang kerap dilakukan oleh Dinkes Kota Kupang di kantong-kantong umat muslim, pihaknya selalu didampingi oleh sekertaris MUI Kota Kupang, dengan maksud agar masyarakat umat muslim mau diimunisasi, agar wabah penyakit Campak Rubella bisa ditekan sedini mungkin. “Pelaksanaan Imunisasi Campak dan Rubella ini sebenar sudah harus selesai pada 31 September 2018, namun masih diperpanjang oleh Kementerian Kesehatan hingga 31 Oktober 2018 karena targetnya masih jauh dari harapan,” jelas Sry. (*hayer)