Peringati Milad Ke-15 JSIT Indonesia Gelar Training Bagi Guru Di NTT

Peringati Milad Ke-15, JSIT Indonesia Gelar Training Bagi Guru Di NTT

Peringati Milad Ke-15 JSIT Indonesia Gelar Training Bagi Guru Di NTT

Peringati Milad Ke-15 JSIT Indonesia Gelar Training Bagi Guru Di NTT

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Memperingati Milad Ke-15 Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia gelar training bagi para guru di Nusa Tenggara Timur (NTT). Training tersebut dilakukan secara gratis serta diikuti sebanyak 450 peserta dari guru JSIT dan guru umum, Sabtu 20 Oktober 2018, sekitar pukul 09.30 wita di Hotel Maya Kupang.

Ketua JSIT NTT, Mokhsen Thalib dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut mungungkapkan, Lima belas tahun kiprah JSIT Indonesia dalam upaya turut serta membangun Indonesia melalui pendidikan. Menurutnya, JSIT Indonesia senantiasa berusaha mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana disebutkan dalam amanah alinea keempat pembukaan Undang – Undang Dasar (UUD 1945). “Dalam era globalisasi yang semakin mendekatkan jarak kemanusiaan seluruh negeri di dunia, menuntut kita untuk tetap meneguhkan jati diri ruang hidup
(lebensraum) nasional kita dengan semangat nasionalisme kebangsaan,” kata Mokhsen.

 

JSIT Indonesia, lanjut Mokhsen selalu memberikan penyadaran kultural kepada seluruh peserta
didiknya mengenai hakikat nasionalisme bangsa Indonesia dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. “Mendidik anak bangsa dalam era milenial menuntut kita untuk senantiasa
menghadirkan inovasi kreatif dalam seluruh proses pendidikan agar peserta
didik memiliki kesiapan menjalani peran-peran sosial pada masanya kelak,” ungkapnya.

Selain itu Milad ke-15 JSIT Indonesia juga menjadi momentum yang tepat untuk menegaskan
kembali semangat dan cita-cita JSIT Indonesia bersama seluruh elemen bangsa
melakukan pemberdayaan lembaga sekolah yang efektif dan bermutu.

Dikatakan, dengan Tema Milad ke-15 adalah Bakti JSIT Indonesia untuk Negeri. “Tema ini
sengaja diambil untuk memperjelas bahwa JSIT Indonesia bersungguh-sungguh
berbakti pada bangsa melalui pendidikan. “JSIT Indonesia lahir di Yogyakarta pada 31 Juli 2003. Kini telah memiliki kepengurusan di seluruh Indonesia atau 34 provinsi dengan anggota sebanyak 2.211 sekolah Islam terpadu meliputi 899 TKIT/PAUD IT, 867 SDIT, 362
SMPIT, dan 83 SMAIT/SMKIT dengan jumlah guru 40.158 orang, 412.035
peserta didik di 337 kab/kota yang ada anggota SIT-nya.
Rangkaian kegiatan Milad ke-15 JSIT Indonesia yang telah diselenggarakan
meliputi,” jelas Mokhsen.

Berdirinya JSIT Indonesia ini untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui para guru secara bersama-sama. “JSIT Indonesia terpanggil untuk turut andil dalam hal ini. JSIT Indonesia sebagai bukti nyata, dan kontribusi JSIT Indonesia di daerah yang minoritas Islam dengan semangat Bhineka Tunggal Ika sehingga dapat secara bersama memajukan pendidikan
NTT yang dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi,” paparnya.

Menurutnya lagi, Seminar mengangkat tema tersebut agar para guru dapat memahami pentingnya menjadi guru transformatif di era kekiniaan sebab zaman telah berubah. Ada tuntutan guru untuk meningkatkan kapasitas diri menghadapi kebutuhan abad
21 ini. Selain itu guru juga akan diberikan wawasann bagaimana cara
merancang pembelajaran yang transformatif,” kata Mokhsen.

Ia menambahkan, puncak Milad ke-15 JSIT Indonesia digelar di tiga  lokasi di NTT yakni
Kota Kupang, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Larantuka. (*hayer)