foto : pekarjaan ruas jalan poros tengah tahun 2018

Progres 98 Persen, Pekerjaan Jalan Poros Tengah Siap Di PHO

foto : pekarjaan ruas jalan poros tengah tahun 2018

foto : pekarjaan ruas jalan poros tengah tahun 2018

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Progres pekerjaan pembagunan Jalan Poros Tengah di Desa Tanini, Kecamatan Takari Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara timur (NTT) sepanjang 3,5 kilo meter (KM) yang di kerjakan oleh PT. Hutama Mitra Nusantara (HMN) yang bersumber dari dana APBN tahun anggaran 2018, senilai Rp. 9.485.805.000,- kini mencapai 98 persen. Dengan jangka waktu pelaksanaan selama 210 hari kalender, ditargetkan dalam pertengahan bulan Oktober 2018 sudah bisa dilakukan Provisional Hand Over ( PHO ). “Pekerjaan ini sesuai tangal SPMK dikerjakan sejak 17 April 2018 dan akan berakhir pelaksanaannya pada bulan November 2018 nanti, “kata Satker  I Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang, Rahyudi khalid kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa 9 Oktober 2018.

Dikatakan, pekerjaan tersebut yang dilakukan oleh rekanan sepanjang 3 KM berupa pekerjaan Grading Operation (GO) atau atau berupa tanah sertu yang di padankan dan 500 meter untuk pekerjaan aspal. Menurutnya, pekerjaan aspal sepanjang 500 meter tersebut dikerjakan pada titik jalan pemukiman warga. “Jadi sesuai informasi dilapangan itu pekerjaan aspal itu warga yang minta sendiri karena apabila pekerjaan GO yang dilakukan pada pemukiman warga, maka warga sendiri yang akan terkena dapak  dari debu material sertu itu,” ungkap Rahyudi.

Dengan anggaran yang terbatas, lanyut Rahyudi dari pihak BPJN X Kupang selaku pemilik proyek dan rekanan sudah melakukan pekerjaan yang terbaik untuk masyarakat. “Masyarakat sangat senang, “ ujarnya.

Dijelaskan, panjang total keseluruhan ruas Jalan Poros Tengah 124,28 KM dengan status jalan milik Kabupaten Kupang yang ditangani sejak 2014 oleh dana APBN. “Pada tahun 2014 jalan poros tengah ini kita tangani sepanjang 20,10 KM, tahun 2015, 20,25 KM, tahun 2016 tidak ada penaganan, tahun 2017, 2 KM dan tahun 2018 ini kita tangani 3,5 Km. Jadi untuk ruas jalan porostegah itu yang tersisa sepanjang 80,43 KM. Kami pihak BPJN X Kupang selalu berjuang terus agar ruas jalan poros tengah ini selalu dapat anggara disetiap tahunya,” papar Rahyudi.

Sementara itu salah satu warga Desa Tanini, Kecamatan Takari Adel Lomonifu mengungkapkan, seluruh warga di Desa Tanini sangat beryukur dengan adanya kelanjutan pekerjaan ruas jalan poros tengah. Sebab dengan adanya jalan tersebut bisa meningkatkan ekonomi warga serta mengurangi biaya angkutan. “Dengan adanya jalan ini kami sangat bersyukur sekali. Karena dulu belum ada jalan ini biaya ongkos kendaraan untuk ke kupang 80 ribu per orang, tapi dengan adanya jalan ini ongkos kendaraan suda turun menjadi 40. Dan hasil kebun kita bisa dengan cepat kita bawa ke pasar untuk dijual,” katanya.

Ia berharap, setiap tahun pemerintah agar terus berjuan untuk kelanjutan pekarjaan jalan poros setiap tahunnya agar masyarakat beberapa desa yang sering mengunakan jalan poros tengah ini bisa melakukan aktifita sehari – hari dengan baik. “Dulu kita disini mau jual hasil kebun kita ke kupang itu makan waktu bisa sampai satu minggu karena tidak ada kendaraan angkutan umum yang liwat jalur ini. Tepi sekarang dengan adanya jalan yang sudah bagus setiap hari kendaraan angkutan umum liwat disini. Dan untuk kepasar di kupang juga tida makan waktu yang terlalu lama lagi,” ungkap Adel. (*hayer)