foto : Kasat Reskir Polres Kupang Kota Iptu Bobby Boy Mooy Nafi

Tiga Pelaku Pembunuh Arisyanto Blegur Berhasil Ditangkap Polisi

foto : Kasat Reskir Polres Kupang Kota Iptu Bobby Boy Mooy Nafi

foto : Kasat Reskir Polres Kupang Kota Iptu Bobby Boy Mooy Nafi

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Tiga tersangka pelaku pembunuhan terhadap Arisyanto Blegur (26) tahun warga Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang pada, Senin 24 September 2018, sekitar pukul 02.00 wita di depan Asrama Pemda Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang berhasil ditangkap Pelres Kupang Kota. Ketiga tersangka tersebut berhasil ditangkap di dua tempat berbeda, yakni  tersangka dengan AB (17) tahun warga Kelurahan Lasiana yang masih berstatus pelajar kelas 3 Sekolah Menegah Atas (SMA) di salah satu sekolah swasta di Kota Kupang dan AS (19) tahun warga Kelurahan Lasiana ditangkap di Hutan Kobalima Kabupaten Malaka, sedangkan tersangka RO (18) warga Kelurahan Oesapa Kota Kupang  ditangkap di kos – kosannya.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Boy Mooy Nafi mengungkapkan, ketikan usai kejadian tersebut ketiga pelaku ini sempat bersembunyi dirumah kerabat mereka yang beralamat di Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa Kota Kupang. Setelah mendapat informasi korban meningal ketiga pelaku langsung berpencar. “Jadi pelaku RO ini kita tangkap duluan di rumahnya. Dari hasil perkembangan kita mendapat informasi bahwan tersangka AS dan AB sudah kabur ke Kabupaten Malaka. Berdasarkan informasi tersebut tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kupang Kota langsung melakukan pengejaran terhadap kedua tersangka ke Kabupaten Malaka. Kedua tersangka berhasil kita tangkap saat sedang beristrahat didalam Hutan Kobalima Kabupaten Malaka,” kata Bobby kepada wartawan saat konfrensi pers di Polres Kupang Kota, Rabu 3 Oktober 2018.

Dikatakan, dari hasil penyelidikan oleh penyidik Polres Kupang Kota tersangka RO diamankan lebih dahulu pada, Kamis sekitar pukul 12.00 wita di kos – kosan tersangka yang beralamat di kelurahan Oesapa. Dari hasil pengembangan terhadap tersangka RO tim Buser langsung meklakukan pengejaran terhadap tersangka AS dan AB di Kabupaten Malaka. Menurutnya, tim Buser Polres Kupang Kota langsung  berangkat ke Malaka pada, Selasa 25 September 2018 sampai Senin 1 Oktober 2018, sekitar pukul 06 sore kedua tersangkan AS dan AB baru berhasil ditangkap di Hutan Kobalima Kabupaten Malaka. “Untuk melakukan pengejaran terhadap kedua tersangka itu, tim Buser kurang lebih satu minggu berada di Kabupaten dan akhirnya kedua pelaku berhasil diringkus. Usai ditangkap di Hutan Kobalima Malaka kedua tersangkan bersama tim Buser Polres Kupang Kota langsung berangkat kembali ke Kupang,” ungkap Bobby.

Dalam penyelidikan perkaran ini, lanjut Bobby polisi juga sudah menyita barang bukti yang digunakan tersangka AB berupa sebila piso yang digunakan untuk menikam korban. “Sebelum kejadian pada, Senin 24 September 2018, sekitar pukul 01.00 wita tersangka AS bersama RO bergoncengan satu sepeda motor yang beringan dengan saksi BS, ED, RX, JD, AB, PS, AA  dan tersangka AS. Masing – masing bergoncengan sehingga mereka mengunakan lima unit sepeda motor usai pulang dari tempat pesta yang beralamat di Tofa, Kelurahan Maulafa hendak kembali ke rumah masing – masing di sepuran jalan starda Kelurahan Lasianan dan Kelurahan Oesapa. Ketika tiba di jalan starda yang berdekatan dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Berhubung tersangka AB dan RO bergoncengan sudah mendahului teman – temannya sehingga sampai di dekat TKP tersangka AB dan RO berhenti sebentar untuk menuggu teman – teman mereka yang masih dari belakan. Berselang berapa menin teman – teman kedua tersangka datang dan tersangka  AB dan RO ikut lanjutkan perjalanan dari belakan teman – temannya. Setibanya mereka di TKP tepatnya di depan Asrama Pemda. Tersangka AS dan beberapa orang lainnya yang sudah diperikasa sebagai saksi yang berada di TKP bersama korban sementara bertengkar. “katanya.

“Melihat kejadian itu tersangka AB dan RO ikut berhenti, ketika tersangka AB dan RO memberhentikan motor yang ditunggangi mereka. Merasa tidak terima karena tersangka AS dipukul oleh korban, tersangka AB mengambil sebila piso dari jok motor langsung menuju ke arah korban. Saat tersangka AB menuju ke arah korban, korban  memukul tersangka AB sekali. Ketiak dipukul tersangka AB sempat berteriang mengunakan bahasa kupang (beta dipukul) saya dipukul sambil berlari kecil untuk menhindari TKP. Jelang beberapa menit kemudian tersangka AB kembali ke TKP dan melihat korban sedang berjalan hendak meningalkan TKP. Tersangka AB langsung menikam punggung sebelah korban dengan piso yang sudah diambil sebelumnya dari jok motor. Merasa dirinya sudah ditikam oleh tersangka korbann coba untuk lari. Namun sampai di pertigaan jalan korban ditikam sekali lagi dipunggung belakang bagian bawa tikaman pertama. Korban masih sempat berlari tapi terjatuh lagi sehingga  tersangka AB dapat menikam korban sebanyak lima kali,” jelas Bobby.

Ia menambahkan, kejadian tersebut korban mengalami lukan tusukan sebanyak lima kali. Satu kali tusukan di bagian rusuk kanan dan kiri, dada kanan dan dada kiri serta satu tusukan dibagian tengorokan, sehingga tangan tersangka AB  juga mengalami luka goresan. “Setelah korban ditikan tersangka AB kembali ke sepeda motor dan mengatakan kepada tersangka RO untuk meningalkan TKP dan hendak menuju ke rumah AS. Kektika sampai di rumah tersangka  AS, tersangka AB baru menceritahan bahwa dia baru abis menikam korban sambil meperlihatkan barang bukti dan tangannya yang luka,” papar Bobby.

Untuk penaganan kasus ini ketiga tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 338 subsider Pasal 170 ayat 2 ke 3E dan jo Pasal 55 ayat 1 ke 1E KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (*hayer)