foto : kegiatan sosialisasi dan pembahasan rencana penutupan kawasan lokalisasi KD di Hotel Maya Kupang, Kamis 11 Oktober 2018

Wali Kota Kupang : Yang Pasti Lokalisasi Prostitusi KD Akan Ditutup

foto : kegiatan sosialisasi dan pembahasan rencana penutupan kawasan lokalisasi KD di Hotel Maya Kupang, Kamis 11 Oktober 2018

foto : kegiatan sosialisasi dan pembahasan rencana penutupan kawasan lokalisasi KD di Hotel Maya Kupang, Kamis 11 Oktober 2018

ZONALINENEWS.CIM – KUPANG, Lokalisasi  Prostitusi Kareng Dempel (KD) Tenau di Kota Kupang  yang sudah beroprasi sejajak tahun 70 an itu dipasikan akan ditutu oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang pada tahun 2019 mendatang. Lokasisasi tersebut yang dahulunya dibuka oleh salah satu warga asal pulau jawa itu rencana ditutup oleh Pemkot Kupang kerana aturan dari Pemerintah Pusat. “Jadi penutupan lokaslisasi ini bukan keinginan kita Pemerintah Daerah (Pemda), tapi ini aturan dari Pemerintah Pusat. “ kata Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan sosialisasi dan pembahasan rencana penutupan kawasan lokalisasi KD di Hotel Maya Kupang, Kamis 11 Oktober 2018.

Menurutnya, sebelum dilakukan penutupang lokalisasi KD, Pemkot Kupang terus melakukan sosialisasi untuk mencari jalan keluar yang terbaik. “Sosialisasi ini sangat penting agar bisa berdampak terhadap pada sosial ekonomi mesayarakat disekitar lokasi tersebut. Penutupan tempat lokalisasi ini merupakan program nasional, yang mengharuskan kita untuk melakukan penutupan terhadap tempat lokalisasi. Jadi ini bukan program Pemkot Kupang tapi program nasional, yang mana hanya ada beberapa tempat prostitusi yang belum ditutup. Termaksut kita di Kota Kupang ini, sehingga Pemkot Kupang juga sudah dikirimi surat untuk lokalisasi segera ditutup. Tapi kira harus melakukan sosialisasi terlebih dahulu untuk bisa mencari jalan keluar bagi sodara – sodar kita yang ada di lokasi sana. Sebab, setau saya di lokasi sana juga ada efek sosial ekonomi tempat hiburan pub karaoke yang bergerak di lokasi situ,” kata Wali Kota.

Dikatakan, kegiatan sosialisasi dan pembahasan rencana penutupan kawasan lokalisasi KD dihadiri sebanyak 49 stakeholder dari berbagai kalangan mulai dari Pemkot Kupang, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemik lokasi, pemilik pub karaoke, TNI, Polri dan lain – lainnya, merupakan bagian dari mencari solusi jalan keluar untuk masyarakat Kota Kupang. “Apa Lagi ini program nasional dan kami sudah dikirim surat dari kementrian untuk bisa menyelesaikan persoalan ini,” ungkap Jefry.

Sementara itu Muksin, salah satu pemilik lokalisasi Wisma Bukit Indah mengungkapkan, rencana penutupan tempat lokalisasi di Kota Kupang, Pemkot Kupang jangan tebang pilih. “Kalau memang ini aturan maka kami minta Pemkot Kupang jangan tebang pilih hanya KD saja, tetapi kami minta Hotel Kelapa Lima Indah dan Hotel Citra juga harus di tutup. Seban, kita memiliki ijin yang sama yaitu sama – sama ijin penginapan. Kita bukan ingin melawan aturan pemerintah tapi, apa bial lakalisasi KD di tutup maka Hotel Kelapa Lama Indah dan Citra juga ditutup sama – sama. Jagan lokasi KD tutup duluan baru Hotel Kelapa Lima Indah dan Citra di tutup kemudian. Kota Kupang ini sebesar apa sich, sehingga lokasi KD ini dijadikan contoh penutupan lakoalisasi di Kota Kupang,” pintanya. (*hayer)

Muksin pemilik wisna bukit indah

Perluada sosilisasi jln klr karena egek sanyak besar sehingga kita mengundang semua setekholder