foto : Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang, Ade Manafe

Tes SKB Masih Menunggu Jadwal Dari BKN

foto : Plt Kepala Badan kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang, Ade Manafe

foto : Plt Kepala Badan kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang, Ade Manafe

ZONALINENEWS.COM KUPANG, Untuk tes Standar Kompetensi Bidang (SKB) masih menunggu jadwal dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Hal ini diungkapkan, Plt Kepala Badan kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang, Ade Manafe kepada wartawan belum lama ini di Balai Kota Kupang.

Menurut Ade, sampai saat ini pihak BKPPD masih menunggu instruksi dari BKN, terkait jadwal SKB karena masih menunggu juknis tentang perengkingan. “Kami masih menunggu juknis perengkingan, bagaimana aturan dan petunjuknya, selanjutnya baru kami akan umumkan,” ujarnya.

Dia mengetakan, setelah turun juknis perengkingan, maka bisa dilakukan perengkingan selanjutnya baru bisa mendapatkan jadwal untuk tes SKB.  Rencananya akan diturunkan pada pekan depan, jadi prinsipnya semua daerah masih menunggu.

Sementara itu, Sekretaris BKPPD Kota Kupang, Poulce Amalo mengatakan, yang lulus passing grade Kota Kupang totalnya ada 85 peserta. Sebelumnya diumumkan bahwa hanya ada 84 peserta, tetapi setelah diteliti, ada satu dokter spesialis yang lulus jadi totalnya ada 85 peserta yang lolos.“Karena cara perhitungan untuk dokter spesialis ini berbeda, sehinggaa kami keliru, dan ternyata ada satu yang lulus,” ujarnya.

Poulce menjelaskan, dilihat dari jumlah peserta yang lulus, tentu tidak memenuhi kuota yang didapatkan Kota Kupang yaitu sebanyak 259 orang. Sehingga dengan adanya kebijakan perengkingan, diharapkan akan membantu para peserta yang tidak lulus Passing Grade. “Untuk petunjuk perengkingan, kami masih menunggu instruksi dari pusat, dijadwalkan akan dikeluarkan pekan depan, semua kabupaten kota se-Indonesia juga sudah mengusulkan untuk perengkingan, pasalnya hampir di semua daerah banyak yang tidak memenuhi kuota yang diberikan,” kata Poulce.

Di Kota Kupang sendiri, yang lulus hanya 85 peserta, terdiri dari 24 tenaga guru, sementara teknis dan kesehatan sebanyak 61 orag.

Diantaranya, asisten apoteker terampil sebanyak dua  orang, bidan terampil 23 orang dokter ahli pratama lima  orang, dokter spesialis bedah pratama satu orang, perawat ahli pratama satu orang, perawat terampil sepuluh orang, analisis insfrastruktur 11 orang , analisis kepegawaian ahli pratama satu  orang, analisis kinerja tiga  orang, analisis pembangunan tiga orang, analisis  lingkungan hidup satu orang, dan pegelolaan kepegawaian dua  orang, ahli computer pratama satu orang. “Jadi nanti saat tes SKB, kami rencananya akan menggunakan SKO Flobamora atau Politeknis Negeri Kupang, kami masih menunggu instruksi saja, jika semuanya sudah ada petunjuk, maka tentunya akan segera diumumkan,” terangnya. (*hayer)