foto : Kapolsek Kelapa Lima AKP didik kurnianto. SH  saat jumpa perss tiga bocah kasus  pencurian perhiasan

Tiga Bocah Pelaku Pencurian Perhiasan Di Kupang Dibekuk Polisi

foto : Kapolsek Kelapa Lima AKP didik kurnianto. SH  saat jumpa perss tiga bocah kasus  pencurian perhiasan

foto : Kapolsek Kelapa Lima AKP didik kurnianto. SH saat jumpa pers tiga bocah kasus pencurian perhiasan

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Tiga bocah yang masih duduk di bangku sekolah Menegah Atas (SMA) di Kota Kupang dibekuk Polsek Kelapa Lima, Polres Kupang Kota lantara melakukan aksi pencurian perhiasan emas dengan cara membobol rumah warga di Rt 011/ Rw 04 Kelurahan Nefonaek, Kecamatan Kota Lama Kota Kupang pada.

Ketiga pelaku denagn inisial RW, DR dan DH ini ditangkap di kediaman mereka masing – masing usai dilakukan pemeriksaan terhadap salah satu saksi mata, Revi Fardiansyah laki – laki (14) pelajar, warga Rt 011/ Rw 004 Kelurahan, Nefonaek, Kecamatan Kota Lama Kota Kupang oleh pihak Polsek Kelapa Lima.

Kapolsek Kelapa Lima AKP didik kurnianto. SH mengungkapkan, berdasasarkan laporan polisi dari warga  Rt 011/ Rw 04 Kelurahan Nefonaek sebagai korban, telah terjadi kasus pencurian di rumah koraban pada, Rabu 21 November 2018, sekira pukul 12.30 wita, sehingga pada pukul 13.30 Kanit Reskrim Polsek Kelapa lima Ipda Stef Siga bersama Kanit Buser Bripka Pius Riwu dan Anggota Buser lainnya melakukan penyelitikan di setitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Menurutnya, sekira pukul 14.30 wita pihaknya melakukan interogasi terhadap saksi Revi Fardiansyah. “Dalam keterangan saksi tersebut mengatakan bahwa pada saat kejadian dirinya berada disekitar TKP dan melihat para pelaku masuk kedalam Rumah korban. Sehingga pada saat itu korban langsung lari meninggalkan TKP. Karena merasa takut terlibat dalam kasus pencurian ini saksi mengaku tidak mengatui nama pelaku. Namun, pelaku adalah temannya. Berdasar informasi saksi ini, sekira pukul 15.00 wita Anggota Polsek Kelapa Lima langsung menuju ke rumah RH (15) alias Angga di Jalan Wairinding IV, nomor 02 Kelurahan Nefonaek dan mendapati  saksi Angga. Dalam keterangan saksi Angga mengatakan pelaku pencurian tersebut adalah teman sekolahnya bernama DR,” kata Didik kepada wartawan saat jumpa pers di kantornya, kamis 22 november 2018, sekira pukul 17.00 wita.

Dimana sekira pukul 14. 30 wita pada saat pulang sekolah, lanjut Didik Saksi Angga bertemu dengan DR ( pelaku) di depan Rumah Sakit Mamami dan mereka sempat melakukan percakapan. Dalam percakapan tersebut pelaku sempat menceritakan kepada saksi Angga bahwa dirinya semntara dicari oleh Polisi karena telah melakukan pencurian bersama dengan  dua orang temannya DH dan RW. Setelah menceritakan kejadian tersebut DR ( pelaku) dengan terburu –  buru langsung meninggalkan saksi. “Pukul 16.00 wita, setelah mendapat informasi dari Saksi Angga tim Buser polsek kelapa lima bersama dengan Anggota Intelkam Polsek Kelapa Lima langsung melakukan penangkapan pelaku RW. Dalam hasil interogasi terhadap RW mengakui perbuatannya bahwa dirinya bersama dengan dua orang temannya DR dan DH telah melakukan pencurian dan dirinya mendapat bagian dari DR berupa 1 buah jam tangan emas merek Aigner dan 3 buah cincin emas. Ketika dilakukan penggeledahan dirumah Pelaku RW yang beralamat dibelakang Darmaloka Kelurahan  Pasir Panjang, Kecamtan Kota Lama Kota Kupang ditemukan barang – barang emas itu yang disimpan didalam laci lemari plastik. Selain dirumah, pelaku jg menyembunyikan sebagian barang perhiasan tersebut disekitaran Rumah sakit Mamami Walikota , sehingga anggota polsek kelapa lima kembali melakukan pencarian. Dari hasil

pencarian tersebut beberapa perhiasan berhasil ditemukan didekat tempat pembuangan sampah disekitar pemukiman warga di seputaran Rumah Sakit Mamami Walikota,” unkapnya.

Dikatakan, sekira pukul 20.00 wita kembali dilakukan penangkapan terhadap pelaku DH dari hasil pengembangan pelaku berhasil diamankan dikediamannya di Kelurahan Oepura. “Dari pengakuan DH dia mendapat bagian berupa  satu  buah Hand phone merek Black Berry Bold wrna putih, namun barang tersebut dia buang disekitar TKP. Barang bukti itu kemudian dilakukan pencarian polisi dan berhasil ditemuakan dibawa pohoon dekat TKP. Namun, kondisi hp layar pecah,” jales Didik.

Selain itu juga pelaku mengaku, kata Didik reka masuk kedalam rumah tersebut dengan cara mengambil sebatang pohon kayu yang berada disekitar TKP dan menyandarkan batang pohon tersebut ke dinding rumah, kemudian dijadikan pijakan untuk masuk melalui ventilasi udara dan pada saat keluar para pelaku kembali liwat ventilasi udara tersebut. “Kami telah amankan barang bukti berupa satu buah jam tangan Emas, satu buah Ring Giok Emas, buah Cincin Giok, satu buah cincin emas Mata Merah, satu buah cincin Emas mata Putih, satu  pasang anting Daun, satu buah cincin bulat, satu buah cincin mata Putih hilang dua, buah gelang tangan emas anak Helo kitty, satu buah cincin emas anak Helo Kiti, satu buah kalung Rantai emas yang berbentuk anggur, satu buah kalung rantai emas mainan, satu pasang Anting emas anak-anak, satu buah anting salip emas, satu buah anting emas Helo kiti, satu buah anting anak, 12 potongan emas yang sudah patah-patah, uang koin pecahan 1000 sebanyak RP. 43 ribu, uang koin pecahan 500 sebanyak Rp. 23 ribu, uang kertas pecahan 50.000 sebangay Rp. 450 ribu, satu lembar lembar uang kertas pecahan Rp.5000 ribu, satu lembar uang kertas Rp. 20 Ribu, dua lembar uang kertas pecahan 1000, satu lembar uang kertas pecahan 2000 rupiah dan satu buah HP BB warna putih yang sudah dalam keadaan rusak. Total kerugian mencapai Rp. 10 juta,” papar Didik (*hayer)