foto :  Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang Sry Wahyuningsih

Untuk Mencegah DBD, Masyarakat Kota Kupang Diminta Lakukan 3M

foto :  Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang Sry Wahyuningsih

foto : Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang Sry Wahyuningsih

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Untuk mencegah menikatnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kupang masyarakat diminta melakukan M3, tambah +1 dengan penaburan abate atau pemeliharaan ikan. Sebab, saat ini sudah terjadi kurang lebih ada tiga kasus DBD di Kota Kupang. “Kita berharap jangan ada peningkatan yang kasus DBD yang lebih signifikan karena jika terjadi peningkatan kasus DBD yang signifikan maka penaganan kasus tersebut akan lebih berat,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang Sry Wahyuningsih kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu 21 November 2018, sekira pukul 10.30 wita.

Dikatakan, ditahun 2018 kasus DBD masih rendah dibandingkan dengan tahun 2017 lalu. Namun, harus tetap waspada karena peningkatan kasus DBD terjadi pada akhir bulan Desember hingga awal bulan Januari. “Yang paling penting itu masyarakat harus mulai melakukan 3M, dan penaburan abate. Untuk abate sendiri masyarakat bisa dapat secara gratis di setiap puskesmas – puskesmas yang ada,” ungkap Sry.

Tiga kasus DBD di Kota Kupang saat ini terdapat di Kelurahan Bakunase, Kelurahan Kayu Putih dan Kelurahan Liliba deangan korban satu orang dewasa 2 anak balita. “Untuk penaganan ketiga pasien kasus DBD itu sudah dirawat di Rumah Sakit (RS) dan saat ini pihak puskesmas sedang melakukan penyelidikan epideomilogi untuk melihat apakah ada perkembangan kasus di wilayah setempat atau juga ada perkembangan jentik yang sangat banyak di wilayah – wilayah itu,” katanya.

Menurut Sry, ketika ada pengembangan kasus maka DBD Dinkes Kota Kupang akan melakukan langkah penyemprotan nyamuk. Numun prioritas utama itu dengan cara 3M. “Kami tidak berharap adanya penyemprotan tapi apabila terjadi peningkatan kasus DBD penyemprotan harus dilakukanan. Tapi prioritas utama kami itu dengan cara 3M. Yang menjadi protap kami, setiap ada laporan kasus dari RS maka puskesmas wajib melakukan penyelidikan epideomilogi atau melakukan pemantauan di wilayah setempat apakah ada terjadi penambahan atau tidak. Atau adakah penambahan jentik nyamuk di wilayah tersebut,” paparnya.

Dijelaskan Sry, gotong royong atau kerja bakti untuk memberisihkan barang – barang yang mudah tertampung air hujan dan melakukan 3M. “Cuaca di Kota Kupang saat ini turun hujan terus panas sehingga tujuh hari kemudian jentiknyamuk itu menjadi nyamuk. Sehingga bisa menjadi penyebab penularan penyakit makin banyak jika kita tidak menjaga kesehatan kita karena ini adalah virus yang mana ketika daya tahan tubuh kita menurun dan kasus DBD bisa meningkat di Kota Kupang,” ucapnya. (*hayer)