foto bersama Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (tegah) didampingi oleh PRKP Provinsi NTT, Julia Afra pada kegiatan  rapat koordinasi tim fasilitator masyarakat program penyediaan air minum dan sanitasi ( Pamsimas ) III Provinsi NTT tahun anggaran 2018 di Hotel Aston Kupang

Wakil Gubernur NTT Bilang Tahun 2019 NTT Harus Bebas Dari Daerah Kumuh

foto bersama Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (tegah) didampingi oleh PRKP Provinsi NTT, Julia Afra pada kegiatan  rapat koordinasi tim fasilitator masyarakat program penyediaan air minum dan sanitasi ( Pamsimas ) III Provinsi NTT tahun anggaran 2018 di Hotel Aston Kupang

foto bersama Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (tegah) didampingi oleh Kadis PRKP Provinsi NTT, Julia Afra pada kegiatan rapat koordinasi tim fasilitator masyarakat program penyediaan air minum dan sanitasi ( Pamsimas ) III Provinsi NTT tahun anggaran 2018 di Hotel Aston Kupang.

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Tahun 2019 nanti Nusa Tenggara Timur (NTT) harus bebas atau zero dari Daerah kumuh, kesulitan air minum dan senitasi. “Tahun depan itu Provinsi NTT sudah bebas dari daerah kumuh. Rencana ini bukan haya sekedar wacana atau main – main tapi butuh kerja keras,” kata Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi dalam sambutannya sekaligus membuka rapat koordinasi tim fasilitator masyarakat program penyediaan air minum dan sanitasi ( Pamsimas ) III Provinsi NTT tahun anggaran 2018 dan perencanaan tahun anggaran 2019 di Hotel Aston Kupang, Rabu 28 November 2018, sekira pukul 09.00 wita.

Menurutnya, kegiatan rapat koordinasi tersebut merupakan moment yang tepat untuk melakukan refleksi secara kritis terhadap apa yang telah dilakukan di tahun 2018. Refleksi kritis sangatlah penting karena dengan refleksi dapat mengevaluasi hasil untuk membangkitkan semangat motifasi dalam diri baik menggerakan diri sendiri, orang lain untuk membuat suatu kegiatan yang bertujuan mencapai hasil yang ditetapkan bersama. “sudah saatnya NTT bangkit, yaitu bangkit dari diri sendiri, keluarga dan bangkit dari masyarakat. Saya berpesan kepada para fasilitator pendamping masyarakat supaya harus kuat dan tahan banting dalam menghadapi cobaan. Kita harus teguh iman dan tahan mengahadapai cobaan sehingga kita tetap semangat melakikan kegiatan agar masyarakat NTT kedepan bisa lebih sejahtera sesuai dengan yang kita harapkan,” ungkap Josef.

Pada kesempatan itu juga Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman ( PRKP) Provinsi NTT, Julia Afra, menambahkan, universal akses air minum aman dan sanitasi layak akan dicapai pada tahun 2019. Namun, pencapaian teraebut harus dengan kerja keras secara maksimal. ” Meski hanya tinggal satu bulan saja sudah masuk tahun 2019 tapi kita harus tetap semangat dan kerja keras untuk mencapai target,” katanya.

Sebagai ujung tombak implementasi di lapangan, lanjut Julia fasilitator mampu membantu mengejar target akses air minum dan sanitasi layak. “Keberadaan tim fasilitator sangat penting dalam mengawal proses pemberdayaan masyarakat, agar masyarakat sebagai pengambil keputusan utama penanggungjawab kegiatan pengelola air minum dan sanitasi. Dan dapat mewujudkan masyarakat yang mandiri untuk mendukung keberlanjutan sarana air bersih dan sanitasi yang sudah dibangun,” paparnya.

Dia menjelaskan, jumlah desa sasaran program Pamsimas Provinsi NTT sejak tahun 2008 hingga saat ini yakni sebanyak 1504 Desa dari total 3353 Desa. Dimana masih ada 1849 desa yang perlu dan segera ditangani melalui program Pamsimas dengan berbagai sumber pembiayaan. “Lokasi sasaran program pamsimas tahun 2018 tersebar pada 21 kabupaten dengan total jumlah desa sebanyak 297 desa dengan sumber pembiayaan APBN 241 desa dan 56 desa dari APBD,” kata Julia.

Dari total jumlah desa tersebut , ungkap Julia 11 Desa diantaranya adalah Desa stantif yang ada ditiga Kabupaten yakni Kabupaten Sabu Raijua, Manggarai Timur dan Timur Tengah Utarar (TTU). “Pelaksanaan program air munum dan sanitasi layak tahun anggaran 2018 harus selesai pada akhir Desember tahun 2018 ini, karena itu diperlukan strategi yang memadai untuk mendorong percepatan pembangunan sehingga bisa selesai tepat waktu, mutu berkualitas dan admistrasinya baik. Dan saya target perencanaan Desa tahun 2019, untuk Desa baru sesuai dengan surat Direktur pengembangan sistem penyediaan air minum kementrian Pekerjaan umum dan perumahan rakyat Provinsi NTT mendapat alokasi anggaran sebanyak 247 desa. (*agus)