1

AKIBAT BERSETERU 22 GURU HONORER 6 BULAN BELUM TERIMA GAJI

1Zonalinenews.com- Kupang ,- Perseteruan berkepanjangan antara Kepala Sekolah Dasar, SD  Inpres Liliba Kecamatan Oebobo Kota Kupang  dan Mantan Bendahara Triwulan I, II dan III 2018  SD Inpres Liliba berujung pada nasib 22 orang guru honorer , 6 bulan gajinya belum dibayarkan oleh pihak Sekolah. Pasalnya  Dana Bos Triwulan III  tahun 2018 SD Inpres Liliba Belum bisa cair lantaran  terjadi pengantian bendahara sekolah Rinjani Lidia Kapiluka yang  menolak mencairkan  dana BOS  triwulan tiga dengan dalih  belum mendapatkan rekomendasi dari  Kepala Sekolah serta Rinjani Lidia Kapiluka diberhentikan dari jabatan Bendahara pada tanggal 25 Oktober 2018 oleh Kepala Sekolah.

Salah seorang Guru honorer SD Liliba  yang tidak mau disebutkan namanya kepada zonalinews Rabu 5 Desember 2018 pukul 10.30 Wita di SD  Inpres Liliba mengungkapkan memang benar semua tenaga guru honorer di SD Liliba sudah 6 bulan belum menerima gaji dari pihak sekolah.

” kami 22 orang guru honorer tidak dibayar sudah 6 bulan dan kami sudah tidak merasa nyaman lagi dengan keadaan ini,” ungkapnya.

Lanjutnya, menurut Pimpinan Kepala sekolah dana tidak bisa ditarik karena ada pergantian bendahara sehingga  hal ini membuat  para guru honorer merasa jenuh dengan keadaan ini karena merasa tidak diperhatikan.

” Jenuh itu seperti su son ada doi mau bagaimana lagi”, ujarnya.

Lanjut guru honor tersebut, Justru disini pihaknya melihat bahwa Kepala Sekolah dengan Bendahara yang berseteru guru honorer yang dikorbankan sudah 6 bulan sampai dengan hari ini belum dibayar gaji.

Untuk gaji lanjutnya, setiap bulan dirinya  mendapatkan  gaji sebesar Rp.550 ribu dan sumbernya dari dana bos sedangkan yang lain gajinya ada yang dibawah tergantung dari lamanya kerja.

Pihaknya  berharap gaji 6 bulan segera dibayar dan kalau bisa hari ini atau besok .

“Kami juga rindu mau bertemu dengan kepala sekolah hari ini tapi dari pagi sampai sekarang kepala sekolah tidak ada. Kami tetap menanti Kepala Sekolah  datang sehingga pihaknya  bisa bertemu menyampaikan apa yang menjadi keluhan saat ini,”tegasnya.

” Intinya hak kami..gaji kami 6 bulan di bayar, mau seteru ko atau mau bagaimana bagaimana kami tidak mau dikorbankan dalam hal ini”, pintanya.

Sementara itu Mantan Bendahara Sekolah SD Inpres Liliba, Rinjani Lidia Kapiluka, mengaku semua Guru honorer mengeluh ke dirinya terkait tak kunjung  menerima gaji dan bila  sampai bulan Desember  2018 sudah 6 bulan.

“Saya bilang ke mereka saya hanya tangani gaji mereka di triwulan 3  dan triwulan 3 itu di bulan juli, agustus, september . Tapi saya mau bayar gaji mereka bagaimana..?, uang triwulan 3 tidak bisa ditarik, kalo bayar gaji triwulan 3 pake dana triwulan 3 di rekening sekarang dan bagaimana melakukan penarikan kalau kepala sekolah tidak beri saya rekomendasi. Karena biasanya  kepala sekolah buat rekomendasi kasi kesaya dan sama – sama kepala sekolah pergi tarik,” ujar Rinjani Lidia kepada zonalinenws Selasa 4 Desember 2018 pukul 10.00 wita  ketika di wawancarai di  SD Inpres Liliba.
Lanjutnya, karena dana Bos bermasalah jadi kepala sekolah bilang ke dirinya  tidak punya hak lagi untuk mengelola dana bos.

“ Kepala sekolah bilang Ibu Rinjani tidak punya hak lagi untuk tarik uang di triwulan III,” jelas Rinjani.

Menurut Rinjani dirinya merasa aneh soal pemberhentian dirinya sedangkan SK Pemberhentian terhitung tanggal 25 oktober 2018 yang notabene sudah masuk triwulan IV.

“Otomatis saya masih punya hak untuk kerja triwulan III sehingga sekarang kan sudah pengangkatan bendahara baru tanggal 25 Oktober jadi saya sudah mantan bendahara. sekarang saya belum buatkan berita acara untuk serahkan di bendahara baru karena tugas saya di triwulan 3 belum saya kerjakan,” tuturnya.

“ Kenapa saya belum kerjakan laporan triwulan 3 karena belum ada pembelanjaan sama sekali karena kepala sekolah belum berikan saya rekomendasi untuk melalukan pembelanjaan,”tegasnya.

Sementara itu saat di konfirmasi melalui via telpon Rabu 5 Desember 2018 pukul 11.00 wita, Kepala Sekolah SD Inpres Liliba, Rosina Menoh, S.Pd mengatakan bahwa untuk masalah gaji guru honor itu adalah masalah internal sekolah dan pihaknya akan menyelesaikan permasalahan gaji guru honor dan membayar gaji guru honor.

” Urusan itu adalah urusan saya dengan guru – guru honor di sekolah dan nanti di selesaikan disekolah dan untuk sementara saya masih sibuk dan sekarang sementara di Bank”, kata Rosina sambil menutup perbincangan dan berjanji akan menghubungi zonalinenews. (*tim)