Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi

Moratorium  Pengiriman Tenaga Kerja Bukan Hambat Pemasukan Daerah


 

Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi

Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi

Zonalinenews-Kupang,- Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu  Laiskodat, dan Wakil Gubernur NTT, Josef  Nae Soi,  tidak main- main soal pelaku perdagangan orang atau human trafficking .
Keseriusan  itu ditunjukan Gubernur dan Wakil Gubernur  meminta  aparat penegak hukum bertindak tegas pada pelaku perdagangan orang atau human trafficking. Jika perlu, kaki pelaku dipatahkan.

Tindakan tegas perlu dilakukan mengingat kejahatan human trafficking sudah sangat meresahkan dan membuat NTT sebagai daerah darurat kemanusiaan.

Menurut Gubernur NTT dan wakil Guibernur pihaknya  melakukan moratorium pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, bukan untuk menghambat pemasukan asli daerah, tapi pihaknya tidak ingin mempermalukan diri sendiri.

Moratorium Menurut Viktor Laikodat wajib dilakukan karena setiap tahun angka kematian TKI  yang dikirim pulang terus meningkat. Pada 2017, terdapat 62 TKI yang dikirim pulang dalam keadaan meninggal dan 2018 sudah 72 jenazah yang dipulangkan dari luar negeri.

Masalah ini, , bukan masalah angka, tapi sesuatu yang serius. Karena itu, mafia perdagangan orang harus diberantas hingga akar-akarnya.

Pemprov NTT telah mengeluarkan surat keputusan moratorium TKI antar daerah dan luar negeri pada 14 November 2018 yang ditandatangani oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat . Dalam SK moratorium tersebut diputuskan bahwa, NTT berhenti mengirim TKI antar daerah maupun ke luar negeri.

Pemberhentian dimaksud hanya berlaku bagi TKI yang tidak berkompeten. Atau, hanya mereka yang berkompeten yang bisa menjadi TKI. Calon pekerja migran maupun antar daerah, yang memiliki kompetensi ditetapkan lebih lanjut oleh kepala Disnakertrans provinsi NTT.

Semangat  bekerja untuk memberatas human trafficking  bukan hanya digelorakan oleh Gubernur NTT  Viktor Bungtilu Laikodat saja, namum Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Nae Soi terus berjuang dan meminta kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk segera menghentikan semua kegiatan perdagangan manusia.

” Kami tidak akan bosan – bosan dan kami akan kerjasama dengan pihak Kejaksaan, Kepolisian bahkan dengan Danrem, Danlanud, Dantamal serta semua pihak untuk menghentikan perdagangan manusia” tegas Nae Soi, dalam sambutannya pada acara kampanye anti trafficking dan penghapusan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak pada arena Car Freeday Sabtu 8 Desember 2018.

Pemerintah  menghimbau kepada masyarakat NTT yang saat ini masih melakukan kegiatan-kegiatan tanda kutip “menjual manusia” hentikan sudah.

“Kemudian ada yang mengatakan bahwa kami membantu masyarakat NTT yang miskin sehingga bekerja diluar. Saya bilang oke dan kalau anda mau bantu silahkan tapi ada persyaratan – persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh mereka yang bekerja untuk membantu masyarakat NTT,” tegas Wagub.

“Kalau anda mau kirim tenaga kerja ke luar negeri, silahkan tapi harus miliki kompetensi, perjanjian kerja harus jelas karena itu saya himbau kepada kita semua mari kita sama – sama penjualan manusia kemana saja”, tegas Josef. (*tim)