foto : papa PSK Penghuni KD saat Coffee Morning Dengan Pemkot Kupang Di Hotel Maya Kupang

Pemkot Kupang Siap Biaya Pemulangan Para PSK Ke Daerah Asal

foto : papa PSK Penghuni KD saat Coffee Morning Dengan Pemkot Kupang Di Hotel Maya Kupang

foto : papa PSK Penghuni KD saat Coffee Morning Dengan Pemkot Kupang Di Hotel Maya Kupang

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Pemerinta Kota (Pemkot) Kupang siap biaya ongkos tiket pemulangan bagi para Pekerja S3x Komersial (PSK) penghuni tempat lokalisasi Kareng Dempel (KD) ke daerah asal masing – masing PSK tersebut. “Tiket untuk setiap PSK di tanggung Pemkot, dan setiap PSK juga akan mendapat biaya jaminan ekonomi sebesar Rp. 5.500,000,- dari Kementirian Sosial,” kata Wakil Wali Kota Kupang pada acara Coffee Morning bersama PSK penghuni KD di Hotel Maya Kupang, Senin 17 Desember 2017.

Menurutnya, Pemkot Kupang sudah berkordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) derah asal masing – masing PSK. “Jadi setiap PSK yang pulang nanti itu ada petugas Dari Dinsos Kota Kupang yang antar sampai ke bandara daerah asal masing – masing PSK. Dan setibanya para PSK di bandara juga disambut oleh kepala daerah setempat dan Status sebagai PSK akan itu kami rahasiakan. Sehingga ibu – ibu tidak perlu takut dengan pemulangan ini,” ungkap Hermanus.

Dikatakan, terkait pemulangan para PSK tersebut akan dilakukan Rapat Kordinasi (Rakor) antara Menteri Sosial, Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang diperkirakan pada awal bulan Febtuari 2018 mendatang untuk mendeklarasi tetkait dana pemulangan PSK dan deklarasi penutupan lokalisasi secara fakta. Namun, secara hukum Wali Kota sudah buat SK tanggal 1 Januari 2019 tempat lokalisasi prostitusi KD ditutup. “Tapi sebelum PSK dipulangkan semua boleh tingal dalam lokasi itu dengan pengawasan ketat dari Pemkot Kupang. Biaya tiket pemulangan itu tanggungjawab Wali Kota Kupang dari kupang hingga ke bandara daerah asal PSK,” ungkap Hermanus.

Ketika sampai di bandara daerah asal PSK nanti, lanjut Herman akan dilakukan serah terima antara Pemkot Kupang dengan Dinsos daerah setempat serta kepalah daerah. “Dana senilai Rp. 5.500. 000,- dari Menteri Sosial dalam bentuk tabungan untuk biayaya hidup sebagai warga negara indonesia. Jadi uang ini bukan pinjaman. Tapi hak ibu – ibu semua untuk berusaha ketika sudah di kampung halaman,” jelasnya.

Ditegaskan, 1 Januari 2019 itu ijin penginapan lokalisasi KD ditutup. “Ini sudah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Kupang,” tutup Hermanus.

Sementara itu mewakili PSK penghuni KD, Siti Nurhasan minta agar rencana petutupan lokalisasi KD pada 1 Januari 2019 nanti diperpanjang karena berbagai tangungan hidup yang dihadapi para PSK. “Juju saja kita kita dukung ptogram pemerintah untuk tutup tempat ini. Tapi kita minta kebijakan perpanjangan waktu agar kita bisa mencari uang agar bisa melunasi hutang, dan tanggugan hidup keluarga serta anak yang masih sekolah,” pinta Siti.

Ia berharap sebelum waktu pemulangan seluruh PSK dibetikan kegiatan pelatian oleh Pemkot Kupang. “Kita minta dengan rendah hati kepada pemerintah agar mau memberikan pelatihan kepada kita agar nanti sampai di kampung sana kita sudah bisa cari uang dengan cara yang halal,” ungkap Siti. (*hayer)