Perempat Final Sepak Bola Wali Kota Kupang Cup 2018 Berakhir Ricuh


foto : Kejadian Keributan Antara Pemain Namosain Dan Wasit Ridwan Di Stadion Merdeka Kupang

foto : Kejadian Keributan Antara Pemain Namosain Dan Wasit Ridwan Di Stadion Merdeka Kupang

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Pertandingan perempat final antara Kelurahan Solor Vs Kelurahan Namosain pada turnamen sepak bola antara Kelurahan, Wali Kota Cup 2018 yang berlangsung di Stadion Merdeka Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat 14 Desember 2018, dengan keggulan 1-0 oleh Kelurahan Solor, berakhir ricuh.

Pantauan zonalinenews.com kericuhan terjadi disebabkan oleh beberapa pemain dari Kelurahan Namosain yang marah karena tidak terima dengan keputusan wasit Ridwan yang sudah memimpin jalannya pertandingan selama 2 kali 45 menit itu meniup peluit panjang yang bertanda pertandingan babak kedua telah usai. Akibat dari kericuhan tersebut, wasit Ridwan dilempari dengan botol air mineral serta kursi panitia oleh beberapa pemain dan sporter Kelurahan Namosain. Kericuhan yang terjadi kurang lebih 10 menit itu berhasil diredamkan oleh pihak panitia.

Ketua Biro Wasit PSSI Kota Kupang Dus Bikololong saat ditemui zonalinenews.com  usai kejadian tersebut menyesal dengan sikap dan tindakan yang dilakukan oleh pemalin dan sporter Kelurahan Namosain terhadap wasit. Ia menilai, tindakan tidak terpuji itu menujukan bahwa sikap ketidak dewasaan pemain dan sporter terhadap sepak bola. “Segala peraturan  pertandingan dan terkait waktu serta lain sebagainya itu menjadi kewenagan wasit. Ada pertimbangan – pertimbangan khusus soal menghentikan waktu selam pertandingan atau sementara berjalan. Misalnya ada cederah dan lain sebagainya itu adalah otoritas wasit, mau menghentikan waktu atau tidak. Jadi otomatis ada selisih atara waktunya wasit dengan penonton,” kata Dus.

Dikatakan, kericuhan itu dipicu oleh profokasi penonton kepada pemain bahwa masih ada tersisa waktu 2 menit btapi wasit sudah meniup peluit panjang, yang artinya pertandingan suidah selesai. “ Jadi ada profokasi  dari luar lapangan sehingga dengan spontan pemain langsung melakukan pemukulan terhadap wasit,”ungkap Dus. (*hayer)