Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi

Viktor Laikodat –Yosep Nae Soi Komit Bangun Birokrasi Bersih

Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi

Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi

Zonalinenews –Kupang ,- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (Viktor-Josef) berkomitmen membangun budaya pemerintahan yang bersih.

“Kita bangun budaya pemerintahan yang bersih, hormat dan menghormati, memberikan pikiran cerdas, dan tidak korup,” kata Viktor saat berorasi pada deklarasi pasangan Viktor-Josef, di Lapangan Sitarda, Kota Kupang, (21 Des 2017)  sumber berita  media Indonesiacom link berita http://mediaindonesia.com/read/detail/137423-viktor-josef-komit-bangun-birokrasi-bersih

Bila terpilih sebagai gubernur, Viktor tidak ingin melihat pegawai negeri atau pejabat mengenakan barang-barang mewah, seperti mengenakan jam tangan dengan harga di atas Rp1 juta. Jika ditemukan, jam tangan tersebut akan dicopot kemudian dijual dan uangnya dibagikan kepada masyarakat. “Pembangunan harus meng-adopsi gaya seorang ibu memelihara anak-anaknya. Saat rakyatnya kebanjiran, dia berada di sana,” ujarnya.

Komitmen itu, tetap teguh untuk  dilaksanakan oleh  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat bahkan dalam  memilih aparatur sipil yang berkompeten dan berkualitas bagus untuk menduduki jabatan eselon di lingkup Setda NTT, dengan metode sistem merit. Sistem merit adalah proses mempromosikan dan mempekerjakan pegawai pemerintah, berdasarkan kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan, bukan pada koneksi politik mereka. Dia akan meninjau kembali jabatan birokrasi yang ada, untuk mendapatkan pejabat yang profesional dengan sistem seleksi jabatan, agar tercipta peluang yang sama bagi setiap aparatur sipil untuk berkompetisi dalam mengembangkan karyanya.

“Tidak ada lobi jabatan melalui istri, anak atau keluarga saya,” tegas Viktor dalam rapat paripurna istimewa DPRD NTT, di Kupang, Senin (10/9/2018).

“Yang pilih Viktor atau tidak, itu tidak ada urusan. Suku yang sama dengan Viktor itu tidak ada urusan. Agamanya sama pun tidak ada urusan. Selama dia profesional berkomitmen untuk visi ini, maka kita akan pakai,” tegas Viktor. ( Sumber Berita Kompas.com dengan judul “Gubernur NTT: Tidak Ada Istilah Lobi Jabatan melalui Istri Saya”, https://regional.kompas.com/read/2018/09/11/12062251/gubernur-ntt-tidak-ada-istilah-lobi-jabatan-melalui-istri-saya.

 

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, menyebutkan bahwa aparatur sipil negara ( ASN) boleh menjadi kaya, tetapi dengan cara yang benar. “ASN boleh kaya dengan bekerja seperti tanam kelor, tanam bawang, semangka dan lainnya. Ini tidak dilarang oleh Undang-undang,” ucap Viktor saat membuka Lokakarya Nasional dengan tema “Menyelamatkan NTT dari Bahaya Korupsi” di Aula Sekolah Tinggi Hukum Prof Dr Yohanes Usfunan, di Nasipanaf, Kupang Jumat (19/10/2018).

Gubernur NTT  memimpikan agar ke depannya para ASN di NTT bisa mengembangkan jiwa entrepreneurship. Dunia birokrat itu, kata Vicktor , sudah lama memiliki ilmu untuk menjadi manusia wirausaha. ASN  lanjutnya tentu punya cara-cara strategis agar dapat tambahan penghasilan, yakni dengan cara bekerja, bukan dengan cara mencuri tapi tidak ketahuan.
Gubernur NTT Viktor mengajak semua komponen, termasuk tokoh agama, untuk bekerja bersama-sama bersinergi membangun NTT. saat ini semua pihak mulai bekerja keras guna mewujudkan provinsi NTT menjadi sejahtera.

. “Sebagai gubernur, saya ingin yang pertama dilakukan harus disiplin, karena mau kerja keras haruslah disiplin,”ucapnya.

Menurut Viktor, provinsi NTT sudah masuk kategori kronis, sehingga semua komponen harus kerja keras, termasuk tenaga kerja produktif yang selama ini kerja di luar negeri. Warga yang hendak kerja ke luar negeri, harus fokus kerja membangun daerahnya dan dia telah menyiapkan strategi khusus untuk memberdayakan warga tersebut.(*tim)