Benidiktus Sani didampingi kuasa hukum saat memberikan keterangan ke penyidik Polda NTT

Marketing PT Taspen Asa Kupang Christin Uskono Dilaporkan Ke Polisi


Benidiktus Sani didampingi kuasa hukum saat memberikan keterangan ke penyidik Polda NTT

Benidiktus Sani didampingi kuasa hukum Herry Battilleo saat memberikan keterangan ke penyidik Polda NTT

Zonalinenews, Kupang – Nasabah PT.Taspen Asa Kupang, Benediktus Sani ( 74) yang didampingi oleh kuasa hukum Herry F.F Battileo, SH.MH, akhirnya mendatangi Ditreskrimsus Polda Nusa Tenggara Timur ( NTT), Sabtu 12 Januari 2019 , sekitar pukul 13.00 wita, untuk melaporkan Marketing Taspen Asa Kupang, Christin Adfeni Uskono, karena diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang nasabah puluhan juta rupiah milik Benediktus Sani.

Herry F.F Battileo, SH.MH, kuasa hukum Benediktus Sani, mengatakan, kliennya telah ditipu oleh pihak PT.Taspen Asa Kupang dan diduga telah melanggar pasal 378 dan pasal 372 KUHP yakni melakukan penipuan dan penggelapan dan pihaknya meminta pihak Kepolisian bekerja secara maksimal untuk mengungkap kasus ini hingga setuntas tuntasnya.

” Saya minta Polisi harus usut kasus ini setuntas tuntasnya, karena jika kasus ini terungkap maka kasus penipuan lain yang terjadi di PT.Taspen Asa Kupang pasti akan terkuak”, ucap Herry.

Selanjutnya Benediktus menuturkan berawal dari kedatangan Christin Adfeni Uskono selaku marketing bersama rekanya Gae Lomi dan Primus Lake kerumahnya untuk menawarkan kredit pinjaman dengan sejumlah kemudahan di PT.Taspen Asa Kupang melalui Bank Nasional Indonesia ( BNI) Cabang Kupang seperti bunga di BNI kecil dan setiap bulan gaji bisa naik.

” Mulanya saya tolak tapi karena mereka tiap hari datang ke rumah saya dengan segala bujuk rayuan akhirnya saya tertarik juga untuk pinjam, tapi bukannya kredit saya nikmati melainkan uang saya disikat ludes tanpa ampun oleh Christina Adfeni Uskono”, ungkap Benediktus

Merasa ditipu akhirnya pensiunan PNS dari Kantor Camat Kota Kefamenanu ini didampingi kuasa hukum dari LBH Surya NTT, Herry F.F Battileo, SH.MH membuat laporan Polisi di Polda NTT, Sabtu Januari 2019 dengan nomor laporan LP/ B/ 14 / 1/ 2019/ SPKT Tanggal 12 Januari 2019

Dikatakan, hal janggal ini ketahuan setelah dirinya hendak melakukan penarikan di rekeningnya namun uang saldo yang tersisa hanya cuma Rp.428 ribu saja. Merasa tidak puas dengan kejanggalan ini dirinya pergi melakukan print out buku rekeningnya di Bank Nasional Indonesia ( BNI ) cabang Kefamenanu dan ternyata ditemukan ada sejumlah kejanggalan dimana terdapat beberapa transaksi gelap dan pengalihan sejumlah dana yang tidak diketahui arahnya entah kemana

Merasa tidak puas, lanjutnya, akhirnya dirinya menanyakan hal tersebut pada pegawai Bank BNI Cabang Kefamenanu dan petugas dari BNI cabang Kefamenanu memberikan penjelasan bahwa memang benar terjadi sejumlah penggelapan dana dan transfer uang sebesar 3,5 juta rupiah dan Rp.10 juta ke rekening pribadinya Christin Adfeni Uskono dan belum lagi sisa uang Rp.20 juta yang lain yang masih raib entah kemana.

Dikatakan, dengan adanya kejanggalan ini akhirnya pihak BNI Cabang Kefamenanu membantu mediasi dan hasilnya Christin Uskono akhirnya mengakui perbuatannya dengan membuat surat pernyataan dan mengembalikan uang sebesar Rp.10 juta yang disaksikan oleh Wakil Kepala BNI Cabang Kefamenanu sedangkan Rp.20 juta sisa yang lainnya sesuai perjanjian dihadapan Wakil Kepala BNI cabang Kefamenanu akan dikembalikan tepat pada tanggal 27 Desember 2018

Lanjutnya, namun pada tanggal 27 Desember 2018 janji pengembalian uang sisa yang lain tidak ditepati oleh Christin Adfeni Uskono, dia seolah olah mempermainkan dan mengulur ulur waktu

” Merasa tidak puas akhirnya saya ambil keputusan laporkan hal ini kepada Polisi untuk usut kasus ini, saya orang kecil karena itu saya kredit tapi bukannya kredit dinikmati malahan sebaliknya uang saya disikat ludes Christin Adfeni Uskono”, ungkapnya. (*Tim)