Selfin Tunjuk Petugas Yang Robek Tiket Pesawatnya


20190115_112607Zonalinenews-Kupang,- Selfin Etidena menunjuk petugas yang merobek tiket pesawatnya Ketika dirinya hendak berangkat ke Jogya. Penunjukan itu terjadi saat rapat dengar pendapat dengan KomIsi V DPRD NTT , Nakertrans NTT bersama Aliansi Penduli Kemanusian Selasa 16 Januari 2019 pukul 10.30 wita di ruang Kelimutu DPRD NTT. Rapat tersebut dihadiri perwakilan Aliansi Peduli Kemanusian beserta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) NTT , Satgas Anti Human Traficking beserta Selfin Marsia Etidena.

Rapat  dipimpin oleh Wakil ketua Komisi V DPRD NTT Mohammad Ansor didampangi anggota Winston Rondo dan Pdt Karel Koro. Pada kesempatan pertama anggota DPRD Komisi V, Karel mengajukan pertanyaan apakah SOP yang dipakai Satgas dalam melaksanakan tugas sehingga menahan Selfin Etidna.

Sementara Itu anggota DPRD NTT Winston Ronda pada kesempatan tersebut menegaskan, kelihatannya ada yang salah urus oleh dinas Nakertrans dan Satgas dalam mamahami menerjemahkan tentang moraterium yang digalakkan Gubernur NTT, Sehingga persoalan Selfin mencuat di publik.

Pada kesempatan pertama Erson Atamau menegaskan Nakartrans harus bisa buktikan bahwa Selfin itu adalan TKI dan bukan mahasiwa soal penahanan dirinya di bandara . “Saya merasa heran dengan Plt kadis sudah nenelpon Puket Satu STTI Galilea tetap masih manyangkal bahwa dia bukan mahasiswa .

Sementara itu Koordinator umum Aliansi Barca menegaskan bahwa pihaknya pingin kenal dengan siapa yang hadir disini termaksud satgas minta komisi untuk memperkenalkan diri . “Apa dasar satgas membatasi orang berpergian. Apakah berdasarkan penilaian subyektif lihat dari kulit atau rambut,”tuturnya.

Semantara itu Plt Kadis Nakertrans Sisilia Sona pada rapat tersebut menegaskan pihaknya berupaya mencari jalan untuk bertemu keluarga dalam menyelesian persoalan ini.

Petimbangan untuk penahanan Selfin kata Sisilia, tugas satgas ketika ada yang datang di bandara dan dicurigai dalam tanda petik TKI ilegal, maka diminta kelangkapan administrasi setelah ada indikasi TKI lalu dibawa ke posko dan dilanjutkan dengan interviev kalau misalnya dokumen tidak lengkap dibawa ka Kantor untuk dibina bahkan kalau ada TKI dokumen tidak lengkap dbina di BLK yang ada. Bahkan ada yang  dikirim pulang ke kampung. (*rim)