Jangan Main-Main, JTP Sudah Makan Korban


IMG-20190125-WA0004Zonalinenews-Larantuka. Jangan main-main dengan JTP karena sudah ada korban yang masuk dalam “Bui”  (penjara) salah satunya JTP Wailebe, Ucap Yohanis ND Paru saat di wawancarai Zonalinenews, Senin 25 Januari 2019 pukul 07.45 wita lewat hand phone selulernya.

Menurut Ketua komisi B ini yang membidangi bidang Ekonomi dan pembangunan mengatakan bahwa JTP desa Sagu pulau Adonara itu sumber dananya dari DAU, ketika pekerjaan itu di lakukan harus melalui perencanaan yang matang, bukan setelah pengerjaan selesai terus minta pagukan anggaran lagi.

” Itu berarti kesalahan ada pada Konsultan perencanaan, tidak di rencanakan dengan baik,” tutur Yohanes.

Lanjutnya Kalau memagukan anggaran tambahan kepada satu paket pekerjaan
tentu datangnya dari Dinas terkait yang sudah punya kajian yang matang, sehingga menjawabi kebutuhan dinas tersebut.

” Itu sama saja dia mengikuti maunya pihak ketiga, karena meminta pagukan tambahan anggaran itu perencanaan harus matang, baru dapat lakukan paket pekerjaan itu sampai selesai. Intinya perencanaan yang tidak matang,mengapa? Paket anggaran sudah sementara di lakukan pekerjaaan dalam perjalanan meminta pagukan anggaran tambahan berarti salah di perencanaan,” ucap Yohanes.

Dikatakannya, beberapa JTP yang bermasalah sudah dalam Bui (Penjara) semua, pihaknya akan turun dengan tim dan dinas terkait untuk menelusuri paket paket pekerjaan.

” Paket pekerjaan itu memang banyak pengeluhan masyarakat pada lembaga DPRD dan kita berpijak pada Banmus yang ada sehingga sesuai dengan rencana kerja DPR. Kalau ini dalam temuan nanti sangat bermasalah maka kita akan bawa ke pansus. Kami tetap turun di mana yg menjadi skala prioritas pansus dengan temuan yang terbesar itu kita akan menuju arah ke pansus,” tegasnya.

Yohane Paru menuturkan Tujuan kita pansus ini kan bukan mencari kesalahan tapi sejauh mana perhatian dinas terkait paket-paket pekerjaan yang diluncurkan, fungsi pengawasan itu juga ada pada dinas terkait itu.

“Jangan dia mengamini saja paket-paket pekerjaan yang belum 100% selesai di buat selesai, itu banyak terjadi itupun kalau ditemukan pasti dari temuan ini akan mengikuti paket pekerjaan lainnya sudah membuikan Pihak kontraktor dan PPK nya itu, contonya sudah ada yang mendekam di Bui yaitu Wailebe,Solor. Tim pansus sudah saya rancang terdiri dari tiga tim pansus, hari senin itu sudah mulai rapat kerja dengan pemerintah dari rapat kerja itu nanti kita mengarahkan kepada pansus,”ucapnya.

Dinas terkait kata Yohanea Paru harus berani mengatakan bahwa paket pekerjaan itu gagal JTP itu intinya masyarakat mengeluh dan saya tegaskan salah pada Konsultan perencanaan harus melihat Air pasang surut tertinggi dan terendah bisa di gunakan, bukannya air pasang Naik baru bisa bongkar muat, kalau begitu bangun JTP untuk apa kalau hanya menunggu air pasang naik saja,”Tegas Yohanis Paru.

Menurut Yohanes, tujuan Dermaga di bangun untuk melakukan aktivitas bongkar muat setiap saat, yang masyarakat seslkan mengapa dermaga itu di bangun tetapi tidak bisa di gunakan.

Sementara itu Kepala Dinas perhubungan Kabupaten Flores Timur, Frans Lebi Raya ketika diwawancarai Wartawan Zonalinenews di ruang kerjanya Kamis 24 Januari 2019 pukul 14.15 wita mengatakan Paket pekerjaan JTP itu sudah selesai, dan pekerjaan itu akan kami lanjutkan lagi bukan sampai di situ saja tetapi akan ditambahkan.

” JTP itu masuk ke kedalaman arah laut lebih panjang dari 150 meter, demikian dibeberkan panjang lebar oleh PPK Leo di dampingi oleh Kadis Perhubungan Kabupaten Flores Timur,” tutur Frans  didampingi PPK Leo.

Sementar PPK JTP, Leo mengatakan pihaknya melakukan survei di dua titik dan titik itu di tunjuk oleh bapak desa dan terakhir melalui tim survei dibangunlah JTP di sana, mereka membuka akses jalan masuk ke dermaga tersebut.

Menurut Leo , pihaknya benar mereka bongkar muat menunggu air pasang naik, sehingga pihaknya sempat meminta kepada DPRD lagi untuk pagukan anggaran tambahan tetapi tidak dapat, sehingga pihaknya menunggu untuk tahun berikutnya. (*tim )



TAG