Noben Da Silva

25 PMI Bermasalah Asal Flotim Akan Tiba di Larantuka

Noben Da Silva

Noben Da Silva

Zonalinenewa-Kupang,- 25 Pekerja Migran Indonesia (PMI) Bermasalah asal Kabupaten Flores Timur direncanakan tanggal 29 Januari 2019 akan tiba di Larantuka dengan menumpang Kapal KM Kanibu.

25 PMI bermasalah asal kabupaten Flotim diberangkatkan dari Nunukan oleh BP3TKI Nunukan dengan menggunakan trasportasi laut tanggal 20 Januari 2019 lalu.

” Ada 150 PMI bermasalah asal NTT yang dideportasi dari Malaysa. Untuk kabupaten Flotim sebanyak 25 orang ,” tutur Pemerhati Human Traficking dan aktifis Pemerhati Pekerja Migram Flores Timur, Noben da Silva kepada Zonalinenews Jumat 25 Januari 2019 pukul 13.45 wita di kantor Gubernur NTT.

Menurut Noben dirinya mengetahui kepulangan PMI bermasalah ini setelah dirinya mendapatkan surat pemberitahuan dari BP3TKI Nunukan dengan surat tembusan dari konsulat RI Kota Kinabu Malaysa nomor : 0090/PK/ 01/2019/10/03/ pada tanggal 16 Januari 2019 tentang Deportasi 150 PMI Bermasalah termaksud di dalamnya asal kabupaten Flores Timur sebanyak 25 orang.

Noben merincikan 25 PMI bermasalah tersebut adalah untuk Kecamatan Adonara Timur atas nama
1. Benuamin Bin Rapa Subang desa witihama. 2. Maryina Sabu Desa Balaweling Witihama. 3. Agustinus desa Balaweling witihama.4. Julius desa Balaweling witihama. 5. Enjelina desa balaweling. 6. Dominggus Danga Tupeng desa Riang Sadu.7. Anak Mahsimua (2 thn) desa Balaweling Witihama. 8.Petronela Prada desa Mangelang kecamatam Klubagolit.
9. Samsia desa Lamaha Adonara Timur.

Kecamatan Adonaro Barat
1. Ferdinadus Sili Domi Desa Bukit Saburi
2. Nurul Aini Patiah desa Koli Petung.

Kecanatan Ile Boleng
1. Emanuel Martin Begu desa Bunga Lawan

Kecamatan Solor Selatan
Bernedikta Tiba Lewuk Desa
Bubuatagamu

Kecamatan Solor Barat
1. Wilem Belang desa kelelu
2. Hendrik Lawan desa Kelelu
3. Dan Melur Kelelu

Kecamatan Ile Bura
1. Bain Kiwon desa Lewoleba
2. Ropinus Riera Polen Desa Nobo Kanga
3. Kelvin Desa Noba Kanga

Kecamatan Adonara Timur
Petrus Ola Desa Knotan

Sebagai pegiat Human Traficking Noben Da Silva mengungkapkan dirinya punya tanggungjawab besar untuk mengantar PMI bermasalah ini, untuk pulang sampai ke kampung.

Noben juga akan memberikan perhatian khusus bagi anak dibawa umur.

” Sebagai purna TKI mereka harus di Sosialisasikan atau semacan membekali mereka dengan ketrampilan sehingga bisa bekerja di daerah sendiri, ” ucap Noben.

Noben berharap Pemerintah jangan tutup mata terhadap para PMI bermasalah .

Noben juga mendukung langkah pemerintah Propinsi NTT untuk melakukan Moraterium terhadap pengirimin TKI (* tim)